kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.589   36,00   0,21%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jonan akan periksa semua outlet di Bandara Soetta


Senin, 06 Juli 2015 / 15:38 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pasca tragedi terbakarnya JW Sky Lounge Terminal 2E Bandara Soekarno Hatta, Kementerian Perhubungan akan memastikan kejadian serupa tidak terjadi lagi. Oleh karenanya, Menteri Keuangan Ignatius Jonan mengatakan, pihaknya akan segera memeriksa semua outlet atau gerai yang ada di Bandara Soetta.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan semua pihak mengikuti prosedur keselamatan yang berlaku di sana. Jonan menargetkan, pemeriksaan di gerai dan outlet komersial itu akan selesai dalam waktu tiga hari ini. "Kalau sudah selesai, kami akan berikan rekomendasi kepada pengelola Bandara," ujar Jonan, Senin (6/7) di Istana Negara, Jakarta.

Pemeriksaan itu menurutnya penting, untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan terjadi lagi. Seperti diketahui kebakaran tersebut terjadi pada hari Minggu (5/7) kemarin. Sejauh ini penyebab kebakaran diduga berasal dari ledakan yang terjadi pada salah satu oven yang ada di sana.

Jonan menjelaskan, sebetulnya semua pihak harus mematuhi standard operational procedur (SOP), dalam menjaga keamanan. Semua pihak yang ada di bandara juga seharusnya mendapatkan buku manual SOP tersebut.

Namun demikian, Jonan mengaku salut kepada pihak yang menangani kebakaran tersebut. Sebab, kebakaran tidak sampai menyebar ke area lainnya. Sehingga, dampak yang lebih besar bisa dihindari.

Memang, akibat kebakaran tersebut sempat terjadi penundaan sejumlah penerbangan. Namun, menurutnya penundaan atau delay akibat kebakaran tersebut saat ini sudah dipastikan tidak terjadi.

Delay terjadi karena kebakaran telah melumpuhkan sistem operasional ticketing. Dengan begitu, maka aktivitas yang sedianya berjalan terkomputerisasi dan online itu harus menggunakan cara-cara manual.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×