kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,90   15,53   2.01%
  • EMAS1.029.000 0,10%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Jokowi tunjuk Prabowo urus lumbung pangan di Kalteng seluas 30.000 ha, ini alasannya?


Kamis, 09 Juli 2020 / 17:47 WIB
Jokowi tunjuk Prabowo urus lumbung pangan di Kalteng seluas 30.000 ha, ini alasannya?
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meninjau lahan yang akan dijadikan Food Estate atau lumbung pangan baru di Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz

Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memimpin pengelolaan lumbung pangan di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Program yang disebut food estate itu akan mendorong ekstensifikasi lahan pertanian. Total terdapat sekitar 30.000 hektare (ha) yang disiapkan untuk memasok kebutuhan pangan nasional.

Baca Juga: Banyak PHK di tengah pandemi, pengajuan klaim JHT BPJamsostek capai Rp 14,35 triliun

"Leading sektornya ini nanti karena menyangkut cadangan strategis pangan kita, akan kita berikan kepada Pak Menhan," ujar Jokowi usai meninjau lahan food estate, Kamis (9/7).

Meski begitu Jokowi bilang nantinya menteri pertanian dan menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan ikut mendukung program tersebut. Termasuk dengan pelibatan pemerintah daerah.

Dalam pengelolaan food estate, Jokowi menyampaikan akan dibentuk sebuah badan. Badan tersebut nantinya akan menjadi supervisor dan bisa bekerja sama dengan lembaga lain. "Bisa bekerja sama baik dengan pola investasi baik nanti dikerjakan BUMN atau dengan skema yang lainnya," terang Jokowi.

Jokowi berharap nantinya lahan yang dijadikan sebagai lumbung pangan itu dapat berkembang. Ditargetkan dalam dua tahun akan bertambah sebanyak 148.000 ha.

Baca Juga: Bareng Prabowo, Jokowi tinjau lokasi lumbung pangan di Kalimantan Tengah

Pembuatan food estate disampaikan Jokowi sebagai upaya tindak lanjut peringatan organisasi pangan dunia (FAO). Dimana FAO memprediksi akan terjadi krisis pangan.

"Kita harapkan dengan cadangan strategis pangan kita ini betul-betul bisa kita atur kalau memang dalam negeri kekurangan, akan disuplai dari sini, entah itu bisa padi, bisa singkong, jagung, atau bisa cabe," jelas Jokowi.

Penanaman tersebut nantinya akan dikelola. Bila hasil dari lumbung pangan tersebut melebihi kebutuhan dan cadangan maka dapat diekspor ke negara lain.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×