kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Jokowi singgung kebijakan Anies soal transportasi publik di tengah wabah virus corona


Senin, 16 Maret 2020 / 16:58 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto (ketiga kiri) mendapat penjelasan dari Presiden Direktur PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kiri) mengenai penegahan dan pencegahan penyebaran COVID-19 saat melakukan


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

Sejalan dengan itu, Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno. Djoko menilai kebijakan mengurangi layanan transportasi di Jakarta memperburuk keadaan.

"Kebijakan yang tidak diperhitungkan dengan cermat, pasti akan muncul masalah baru," jelas Djoko.

Baca Juga: MenPAN-RB batasi kegiatan dan perjalanan dinas PNS Ke luar negeri

Asal tahu saja, sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan kebijakan pengurang jam operasional moda raya terpadu (MRT) dan bus Transjakarta dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB dengan selang waktu 20 menit.

Selain itu jumlah penumpang pun dibatasi 360 orang per rangkaian MRT. Langkah ini sebagai bagian dari antisipasi virus corona melalui social distancing.

"Jika ingin mengurangi interaksi dekat maka sebaiknya menambah kapasitas layanan transportasi publik lebih pantas dilakukan," ungkap Djoko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×