kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Jokowi sebut strategi dan manajemen lapangan harus dinamis hadapi pandemi Covid-19


Senin, 16 Agustus 2021 / 11:00 WIB
ILUSTRASI. Presiden Jokowi mengatakan, strategi dan manajemen lapangan harus dinamis hadapi pandemi Covid-19.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, strategi dan manajemen lapangan penanganan pandemi virus corona (Covid-19) harus dinamis. Hal itu disampaikan Jokowi menjawab pandangan kebijakan penanganan Covid-19 yang tak konsisten. Jokowi menyebut tujuan dan arah kebijakan tetap dipegang secara konsisten.

"Strategi dan manajemen lapangan harus dinamis menyesuaikan permasalahan dan tantangan," ujar Jokowi saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI, Senin (16/8).

Jokowi mencontohkan kebijakan penetapan pengetatan aktivitas masyarakat dalam pandemi Covid-19. Penetapan kebijakan tersebut dievaluasi setiap minggu melihat perkembangan kasus mingguan.

Baca Juga: Jokowi: Saya menyadari ada kepenatan, kejenuhan, kesusahan selama pandemi Covid-19

Perkembangan terkini itu menjadi acuan dalam penentuan kebijakan. Hal itu diyakini dapat menemukan kombinasi terbaik antara kepentingan kesehatan dan kepentingan perekonomian masyarakat.

"Karena virusnya yang selalu berubah dan bermutasi, maka penanganannya pun harus berubah sesuai dengan tantangan yang dihadapi," ungkap Jokowi.

Kepala Negara Republik Indonesia itu menyebut pentingnya titik keseimbangan antara gas dan rem dalam penanganan Covid-19. Pemerintah harus tanggap terhadap perubahan keadaan dengan merujuk kepada data, ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan pembatasan kegiatan yang dilakukan berdampak pada ekonomi. Oleh karena itu pemerintah menyiapkan sejumlah program perlindungan sosial.

"Pengetatan mobilitas yang tidak bisa dihindari ini membuat pemerintah harus memberikan bantuan sosial yang lebih banyak dibanding pada situasi normal," terang Jokowi.

Berbagai bantuan yang diberikan antara lain adalah program keluarga harapan, kartu sembako, diskon listrik, subsidi gaji, bantuan produktif usaha mikro, bantuan sosial tunai, BLT Dana Desa, dan program kartu prakerja juga terus ditingkatkan.  Pemerintah juga memberikan subsidi kuota internet untuk daerah-daerah PPKM bagi tenaga dan peserta didik.

Baca Juga: Jokowi sebut pandemi Covid-19 beri pelajaran besar bagi Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×