kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Jokowi sebut pengembangan food estate untuk perkuat cadangan pangan nasional


Jumat, 14 Agustus 2020 / 10:47 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenakan baju adat Sabu dari NTT saat menghadiri sidang tahunan MPR, Jumat (14/8)


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pangan menjadi salah satu hal yang harus diperkuat di Indonesia. Dia pun menyebut pembangunan food estate menjadi salah satu upaya untuk mendorong pemenuhan pangan dari hulu sampai hilir.

"Food estate sedang dibangun untuk memperkuat cadangan pangan nasional, bukan hanya di hulu, tetapi juga bergerak di hilir produk pangan industri," ujar Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat (14/8).

Menurut Jokowi, food estate ini tidak lagi menggunakan cara manual tetapi memanfaatkan teknologi modern dan memanfaatkan kecanggihan digital. Bahkan, ditargetkan hasil food estate ini bukan hanya untuk memenuhi pasar domestik, tetapi menyasar pasar internasional.

Baca Juga: Ketua MPR ingatkan pemerintah soal potensi krisis pangan di masa pandemi Covid-19

Saat ini, pengembangan food estate ini tengah dilakukan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara. Namun, Jokowi memastikan Food Estate ini akan dikembangan di daerah lainnya.

"Program ini merupakan sinergi antara pemerintah, pelaku swasta, dan masyarakat sebagai pemilik lahan maupun sebagai tenaga kerja," ujar Jokowi.

Jokowi juga menyebut, penguatan ketahanan pangan ini tak hanya menjamin kelancaran pasokan makanan ke seluruh negeri, tapi juga mengefisiensikan produksi pangan, meningkatkan nilai tambah bagi petani, penguatan koperasi, juga meningkatkan metode korporasi petani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×