kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Jokowi sebaiknya pecat menterinya kalau sudah tidak percaya lagi


Rabu, 07 Agustus 2019 / 05:40 WIB
Jokowi sebaiknya pecat menterinya kalau sudah tidak percaya lagi


Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

Aprindo berharap, kedepannya koordinasi antar kementerian/lembaga semakin baik. "Harusnya mereka berkoordinasi memberikan sinergi, memberikan kemudahan dalam seluruh aktivitas kegiatan," tutur Tutum.

Baca Juga: Jokowi larang menteri keluarkan kebijakan strategis, simak pandangan ekonom

Sementara itu, Ekonom Maybank Myrdal Gunarto menilai adanya larangan Presiden Joko Widodo kepada menteri-menterinya dalam mengeluarkan kebijakan strategis seharusnya membuat stabilitas perekonomian membaik.

"Seharusnya ini bagus ya buat stabilitas perekonomian domestik. Jadi selama periode ini diharapkan tidak ada perubahan kebijakan, terutama yang berhubungan dengan aktivitas yang vital masyarakat, seperti contohnya kebijakan harga BBM premium, petralite, kebijakan tarif dasar listrik, jalan tol, LPG 3kg," ujar Tutum ketika dihubungi, Selasa (6/8).

Selain itu, Myrdal meminta agar Jokowi - Maruf Amin dapat memilih figur yang handal agar perekonomian pada periode kedua pemerintahan berjalan optimal. Presiden Jokowi harus memilih figur yang memiliki pengetahuan secara teknis dan mampu menerapkan kebijakan dengan baik.

Baca Juga: Presiden Jokowi tandatangani Inpres moratorium izin hutan

"Yang pasti (figur) yang menguasai sisi teknis maupun penerapannya di sektor riil. Selain itu juga memiliki koneksi kuat untuk melakukan sinergi penerapan kebijakan," ucap dia.

Myrdal berpendapat, sektor perdagangan, manufaktur, pertanian, maupun komoditas sumber daya alam mesti menjadi perhatian untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×