kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.704   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.664   67,78   1,03%
  • KOMPAS100 871   12,33   1,44%
  • LQ45 661   8,80   1,35%
  • ISSI 232   2,52   1,10%
  • IDX30 370   4,67   1,28%
  • IDXHIDIV20 457   6,50   1,44%
  • IDX80 99   1,43   1,46%
  • IDXV30 127   2,80   2,26%
  • IDXQ30 118   1,70   1,46%

Jokowi: Saya minta betul-betul tata kelola BPJS Kesehatan terus dibenahi


Kamis, 21 November 2019 / 16:45 WIB
ILUSTRASI. Pegawai saat menunjukkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) di kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2019). BPJS Kesehatan mengakui sejumlah Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Peserta Buka


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta tata kelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Hal itu mengingat BPJS Kesehatan mengalami defisit yang besar. Defisit tersebut merupakan dampak tata kelola yang kurang baik oleh BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Bayi baru lahir wajibkah didaftarkan ikut BPJS Kesehatan? Ini jawabannya

"Saya minta betul-betul manajemen tata kelola di BPJS terus dibenahi dan diperbaiki," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas (ratas) mengenai kesehatan di Kantor Presiden, Kamis (21/11).

Jokowi bilang pemerintah telah mengeluarkan subsidi yang besar untuk BPJS Kesehatan. Subsidi tersebut ditujukan bagi masyarakat tidak mampu.

Sebanyak 96 juta masyarakat tidak mampu telah mendapatkan fasilitas BPJS Kesehatan secara gratis. Jumlah tersebut dari total peserta BPJS Kesehatan 222 juta orang.

Baca Juga: Ramai-ramai tolak penetapan besaran kenaikan iuran BPJS Kesehatan 100%

"Perlu juga saya sampaikan hingga 2018 pemerintah telah keluarkan dana kurang lebih Rp 115 triliun," terang Jokowi.

Angka tersebut pun belum ditambah dengan jumlah subsidi peserta di daerah dan anggota TNI serta Polri. Total peserta yang disubsidi pemerintah sebanyak 150 juta peserta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×