Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengadaan mobil pick up dari India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mendapat kritikan tajam termasuk dari DPR.
Diketahui, sebanyak 1.000 unit kendaraan impor ini sudah mendarat melalui Pelabuhan Tanjung Priok sejak awal pekan ini.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengaku pasrah jika memang mobil yang sudah datang dilarang untuk dipakai sebagai mobil operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
"Tindak lanjut dari unit yang sudah sampai, tetap kami manut dan taat kepada pemerintah dan DPR di mana mereka mewakili rakyat. Jadi, kalau memang disuruh bahwa tidak boleh dipakai, kami tidak akan pakai," ujar Joao pada awak media di Kantornya, Selasa (24/2/2026).
Baca Juga: Penerima Restitusi Mau Diaudit Lagi? Pengamat Pajak: Itu Melanggar UU
Joao pun memastikan siap bertanggung jawab terkait keputusan impor mobil dari India ini. Namun begitu, dirinya mengatakan hingga kini belum ada arahan langsung dari pemerintah terkait penundaan impor mobil pick up itu.
Terkait kemungkinan denda, Agrinas siap mencari solusi jika impor dibatalkan. Menurutnya, hal ini bagian dari etika berbisnis untuk menekan kerugian yang ada.
"Orang berbisnis ini kan mau mencari untung, bukan mencari masalah. Jadi kalau memang ada masalah, saya pasti akan duduk bersama-sama dengan pihak supplier untuk mencarikan solusinya," terangnya.
Sebelumnya, penolakan impor mobil untuk operasional program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini juga dilontarkan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Baca Juga: Barantin Siapkan 3.930 Personel dalam Pengawasan Komoditas Pangan Selama Ramadan
Kadin menilai langkah itu berisiko mematikan industri otomotif nasional dan bertentangan dengan program industrialisasi yang tengah digalakkan pemerintah.
Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia, Saleh Husin, menegaskan, selain tidak sesuai dengan visi dan program kerja Presiden, perusahaan otomotif di dalam negeri menyatakan siap melayani permintaan dari program ini.
Menurut Saleh, kebutuhan mobil pick up oleh KDKMP seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat industri otomotif dalam negeri.
Impor kendaraan utuh (completely built up/CBU) justru bisa menekan industri komponen lokal yang menjadi tulang punggung perakitan mobil.
Mesin, bodi, sasis, ban, aki, kursi, hingga perangkat elektronik semuanya merupakan bagian dari rantai pasok yang krusial.
“Semakin kuat produksi komponen otomotif lokal, semakin tinggi pula tingkat komponen dalam negeri (TKDN), penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda terhadap perekonomian,” jelas Saleh.
Selanjutnya: Asosiasi Unggas Nilai Impor Ayam AS Tak Ganggu Industri Perunggasan Dalam Negeri
Menarik Dibaca: Perubahan Preferensi Musik dan Podcast Pengguna Spotify Selama Ramadan di Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)