kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.960   33,00   0,18%
  • IDX 5.864   -79,24   -1,33%
  • KOMPAS100 761   -9,05   -1,18%
  • LQ45 590   -4,50   -0,76%
  • ISSI 201   -3,89   -1,90%
  • IDX30 329   -2,36   -0,71%
  • IDXHIDIV20 423   -1,46   -0,34%
  • IDX80 87   -0,86   -0,97%
  • IDXV30 116   -0,59   -0,51%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

Pertumbuhan gaji tak secepat harga tanah


Jumat, 03 Februari 2017 / 17:19 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pertumbuhan harga tanah, khususnya di Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia tidak secepat dengan pertumbuhan pendapatan masyarakat. Darmin Nasution, Menko Perekonomian mengatakan, dalam lima tahun terakhir, harga tanah tumbuh 18%.

Sementara di sisi lain, pendapatan masyarakat pendapatan masyarakat paling tinggi hanya mampu tumbuh 10%. "Ini masalah, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah yang ingin punya rumah, karena pemukiman perlu lahan, kalau mahal susah," katanya di Komplek Istana Negara, Jumat (3/2).

Atas masalah itu, pemerintah pusat saat ini sedang merancang kebijakan agar pertumbuhan harga tanah tersebut bisa direm. Salah satu kebijakan yang akan mereka terapkan adalah mengenakan pajak yang lebih tinggi atas kepemilikan tanah yang dijadikan sarana investasi dengan tujuan menekan pergerakan harga tanah.

Selain itu, pemerintah juga akan mengeluarkan aturan penyitaan untuk tanah tidak digarap. "Nanti ada itu aturan, tanah terlantar, tidak digarap dalam beberapa tahun  bisa di sita negara, itu aturan sedang dibuat menteri keuangan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×