kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Jokowi paksa dua menteri menunggu


Jumat, 19 April 2013 / 10:08 WIB
ILUSTRASI. Petugas kesehatan menyuntikkan COVID-19 kepada warga di Sentra Vaksinasi COVID-19, Gelanggang Remaja Pulogadung, Jakarta


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hari ini dijadwalkan menghadiri acara pencanangan pasar bebas bahan berbahaya, di Pasar Cibubur, Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (19/4). Namun, Jokowi malah telat hadir tanpa alasan. Padahal, masyarakat dan dua menteri telah menunggunya berjam-jam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jokowi akan berangkat ke Pasar Cibubur pukul 08.00 dari rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat. Karena sesuai agenda gubernur yang dirilis Humas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jokowi akan hadir di Pasar Cibubur pada pukul 08.30. Namun, sekitar pukul 07.40, Jokowi keluar dari rumah dinasnya dan meluncur ke Balaikota Jakarta. Sampai pukul 08.50, Jokowi belum juga berangkat sehingga acara terpaksa ditunda, menunggu kabar dari Jokowi.

Acara pencanangan pasar bebas bahan berbahaya dihadiri Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi yang akhirnya terpaksa menunggu di kantor Pasar Cibubur. Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Dien Emmawati dan Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis tampak mendampingi kedua menteri tersebut.

Sebelumnya, Jokowi sempat menyatakan antusiasmenya untuk mewujudkan pasar di Jakarta terbebas dari bahan berbahaya dengan menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Di lokasi, puluhan masyarakat telah menunggu sejak pagi. Informasi mengenai kedatangan Jokowi cepat menyebar dari mulut ke mulut. (Indra Akuntono/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×