kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Jokowi minta penegakan hukum pada pembakar hutan dilakukan tanpa kompromi


Senin, 22 Februari 2021 / 21:51 WIB
Jokowi minta penegakan hukum pada pembakar hutan dilakukan tanpa kompromi
ILUSTRASI. Jokowi minta penegakan hukum pada pembakar hutan dilakukan tanpa kompromi


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta agar penegakan hukum kepada para pelaku pembakaran hutan dan lahan dilakukan tanpa kompromi.

Dia meminta agar tindakan yang tegas tersebut diberikan kepada setiap pihak yang menyebabkan Karhutla baik di konsesi milik perusahaan maupun di masyarakat. Dia berharap, dengan tindakan hukum yang tegas tersebut akan timbul efek jera kepada pelaku.

"Terapkan sanksi tegas bagi pembakar hutan dan lahan, baik sanksi administrasi, perdata maupun pidana," ujar Jokowi  saat memberikan pengarahan kepada peserta Rakornas Pengendalian Karhutla,Senin (22/2).

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi pun mengingatkan para kepala daerah, pangdam, kapolda, kapolres danrem, dandim yang berada di daerah-daerah rawan bencana kebakaran konsekuensi bila kebakaran hutan dan lahan tidak ditangani dengan baik.

Baca Juga: Kopassus TNI AD menerima bantuan masker dari Triputra Group dan Saratoga Group

"Kalau di wilayah saudara-saudara ada kebakaran dan membesar dan tidak tertangani dengan baik. aturan mainnya tetap sama, belum saya ganti. Saya kira kita masih ingat semua kalau yang ikut rutin setiap tahun pertemuan seperti ini dengan saya pasti masih ingat, yaitu dicopot, yaitu diganti," ujar Jokowi.

Jokowi pun mengingatkan agar semua pihak mewaspadai ancaman kebakaran hutan dan lahan meski saat ini beberapa wilayah di Indonesia Indonesia tengah menghadapi bencana banjir dan tanah longsor.

Dia meminta agar rencana pencegahan kebakaran lahan dan hutan dilakukan secara detail dan matang dan terdapat sinergi yang kuat dan eksekusi di lapangan yang semakin efektif.

Hal itu perlu diperhatikan lantaran dari laporan BMKG tahun 2021, sebagian besar wilayah indonesia diperkirakan masih mendapat hujan menengah tinggi hingga bulan April, la nina masih akan bertahan hingga semester baru.

Baca Juga: Hadapi black campaign soal kelapa sawit, Indonesia akan gunakan strategi ofensif

"Bulan Mei diperkirakan jadi fase transisi dari musim hujan ke musim kemarau tetapi kita masih harus tetap waspada, jangan lengah," ujarnya.

Dia pun menekankan beberapa hal yang harus dilakukan dalam pencegahan karhutla, yakni pertama memprioritaskan upaya pencegahan.

"Sekali lagi prioritaskan pencegahan, jangan terlambat. Karena kalau sudah terlambat kita guyur dengan water bombing sebanyak apapun, pengalaman kita, sudah terlanjur sulit, api boleh keluar kecil tapi segera dipadamkan," katanya.

Dia juga mengingatkan agar manajemen lapangan harus terkonsolidasi dan terorganisasi. Dia meminta agar bila suatu wilayah terdapat api, meskipun tergolong kecil, segera dilaporkan agar bisa ditangani dengan baik.

Dia juga meminta agar semua pihak melakukan deteksi dini, melakukan monitoring di daerah-daerah yang rawan hotspot, dan melakukan update kondisi lapangan setiap hari.

Selanjutnya, Jokowi meminta agar infrastruktur  monitoring dan pengawasan  sampai ke tingkat bawah. Dia juga meminta agar berbagai pihak dilibatkan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga: KLHK klaim karhutla menurun hingga 82% pada 2020

"Berikan pendidikan dan edukasi yang terus menerus kepada perusahaan pada korporasi, terutama di daerah dengan kecenderungan peningkatan hotspot. Ajak tokoh agama, ajak tokoh masyarakat  untuk ikut menjelaskan ke masyarakat akan bahaya kebakaran hutan dan kebakaran lahan bagi kesehatan dan juga dampak ekonomi yang tidak kecil," katanya.

Selanjutnya, dia juga meminta agar ditemukan solusi permanen untuk mencegah dan menangani karhutla untuk tahun-tahun berikutnya mengingat 99% kebakaran hutan dan lahan merupakan ulah manusia.

Hal lainnya, Jokowi meminta agar penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut harus terus dilanjutkan. Lalu, dia juga meminta agar api yang ada tidak dibiarkan membesar, tidak terlambat sehingga api sulit dikendalikan.

Selanjutnya: Menteri LHK sambut baik pelantikan Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×