kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Jokowi minta CAD tuntas dalam empat tahun, Menko Airlangga siapkan jurus quick-wins


Kamis, 28 November 2019 / 18:14 WIB
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri US-Indonesia Investment Summit 2019 di Jakarta, Kamis (21/11/2019). Pertemuan tersebut sebagai ajang diskusi tahunan antara dunia usaha Amerika Serikat (AS) dan Indonesia untuk bertukar informasi mengenai k


Reporter: Grace Olivia | Editor: Yudho Winarto

Strategi lainnya dalam mengentas CAD secara cepat ialah menarik investasi langsung alias foreign direct investment (FDI) sebesar-besarnya ke dalam negeri. Untuk menciptakan ekosistem investasi dan kemudahan berusaha yang memadai dan atraktif, pemerintah kini tengah menyiapkan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dan Omnibus Law Perpajakan.

Baca Juga: Jokowi: 54% pekerja di Indonesia dulunya stunting

Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, menurutnya, bakal memuat 11 klaster meliputi antara lain penyederhanaan izin berusaha, penyederhanaan syarat investasi, ketenagakerjaan, kemudahan untuk UMKM, mekanisme visa, dukungan riset teknologi dan inovasi, administrasi pemerintahan mulai dari pusat sampai daerah, hingga soal kemudahan pengadaan lahan bagi investor dan sanksi hukum yang menjadi lebih berbasis administratif.

Selain itu, Airlangga mengatakan, pemerintah masih memiliki beberapa program quick-wins lainnya mulai dari perubahan kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR), percepatan perluasan digitalisasi transaksi daerah, perbaikan ekosistem ketenagakerjaan, dan penerapan kartu pra-kerja.

Percepatan pelaksanaan pengadaan tanah, percepatan penetapan RTRW dan RDTR pengembangan kawasan Batam, Bintan, Karimun dan Tanjung Pinang, serta pengembangan litbang industri farmasi.

Baca Juga: Jokowi targetkan akhiri defisit transaksi berjalan (CAD) dalam empat tahun

Juga percepatan pengembangan usaha gasifikasi batubara, pengembangan usaha dan riset energi hijau, dan penyelesaian perundingan perdagangan.

Pada bidang pertanian juga pemerintah mengembangkan hortikultura berorientasi ekspor, kemitraan pertanian berbasis teknologi, serta pengembangan asuransi pertanian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×