kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Jokowi mengutuk serangan bom di Saudi


Selasa, 05 Juli 2016 / 12:26 WIB
Jokowi mengutuk serangan bom di Saudi


Sumber: Kompas.com | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk keras aksi ledakan bom bunuh diri yang secara berurutan terjadi di Arab Saudi. Dia menyatakan tak ada alasan apa pun yang bisa digunakan untuk melakukan kekerasan.

"Kita melihat bom ini hampir di semua negara, di Turki, di Banglades, di Baghdad, Irak. Kemudian di Masjid Nabawi di Saudi Arabia. Kekerasan atas nama apa pun tidak dibenarkan dan harus kita kutuk. Tidak bisa ada toleransi, apalagi ini di Masjid Nabawi," ujar Jokowi dalam jumpa pers di Padang, Sumatera Barat, Selasa (5/7).

Dia mengungkapkan, atas nama rakyat Indonesia, pemerintah menyampaikan dukacita mendalam bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan serta Kerajaan Arab Saudi.

Ledakan bom bunuh diri terjadi di tiga kota, yakni Madinah, Jeddah, dan Qatif, seperti dilaporkan Reuters pada Selasa (5/7) pagi WIB.

Serangan itu selain menarget diplomat Amerika Serikat di Jeddah, jemaah dari sekte tertentu di Qatif menjadi target dan juga pos keamanan di sebuah rumah ibadah di Madinah.

Serangan tersebut terjadi menyusul pembunuhan massal yang diklaim oleh kelompok radikal di Istanbul, Turki; Dhaka, Banglades; dan Baghdad, Irak.
(Sabrina Asril)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×