kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Jokowi janjikan pembangunan 1.000 balai pelatihan di Pesantren


Kamis, 07 Februari 2019 / 16:05 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada tahun politik ini, Presiden Joko Widodo kembali mengumbar janji akan membangun 1.000 balai pelatihan di pesantren di Indonesia. Ia berharap pembangunan ini dapat meningkatkan kemampuan para santri di pesantren-pesantren yang ada di Tanah Air.

Lebih rinci, Jokowi mengatakan, pembangunan balai pelatihan tersebut akan dilakukan dengan membangun gedung dan alat-alat penunjang pelatihan di dalamnya. "Tahun ini juga akan dibangun balai latihan kerja khusus pondok pesantren," ujar Jokowi saat bersilaturahmi dengan kyai dan habib se-Jadetabek di Istana Negara, Kamis (7/2).

Nantinya balai pelatihan tersebut akan mengakomodir minat santri. Mereka dapat mengembangkan kemampuannya dalam berbagai bidang seperti garmen atau teknologi informatika.

Angka tersebut dipastikan Jokowi sebagai langkah awal. Nantinya akan terdapat evaluasi dan dilanjutkan di sejumlah pesantren lainnya di seluruh Indonesia.
Langkah tersebut diungkapkan Jokowi untuk meningkatkan kualitas ekonomi lulusan pesantren. Selain balai pelatihan, Jokowi juga menggenjot bantuan keunagan.

"Bank wakaf mikro kami kembangkan untuk ekonomi umat," terang Jokowi.

Hasil bank wakaf mikro tersebut memperlihatkan perkembangan usaha. Ia mencontohkan terdapat penjual baso dengan gerobak yang meningkat memiliki warung setelah menggunakan bank wakaf mikro.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, Indonesia masih belum memanfaatkan ekonomi syariah dengan baik. Ekonomi syariah Indonesia masih sekitar 5%, tertinggal jauh dibandingkan Arab Saudi yang mencapai 51%, Malaysia 23%, dan Uni Emirat Arab (UEA) 19%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×