kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.024   -64,00   -0,35%
  • IDX 6.064   22,49   0,37%
  • KOMPAS100 797   6,39   0,81%
  • LQ45 605   5,04   0,84%
  • ISSI 210   -0,12   -0,05%
  • IDX30 341   2,35   0,69%
  • IDXHIDIV20 425   2,65   0,63%
  • IDX80 91   0,78   0,87%
  • IDXV30 116   0,84   0,73%
  • IDXQ30 110   0,76   0,70%

Jokowi jadikan Prabowo leading sector food estate dan sudah hitung anggarannya


Senin, 13 Juli 2020 / 20:17 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo memberikan arahan dalam kunjungan kerja di Kalimantan Timur Kamis 9 Juli 2020


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan posisi Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sebagai leading sector dalam pengembangan lumbung pangan. Jokowi mengatakan lumbung pangan juga menjadi tanggung jawab Menhan.

Program yang dinamai food estate tersebut guna menjawab potensi krisis pangan yang disampaikan oleh Organisasi Pangan Dunia (FAO).

"Namanya pertahanan itu bukan hanya urusan alutsista, tetapi juga ketahanan di bidang pangan menjadi salah satu bagian dari itu," ujar Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Senin (13/7).

Baca Juga: Tugas berat Prabowo Subianto mengawal produksi gabah 1,48 juta ton di food estate

Meski begitu Jokowi bilang, Menteri Pertanian (Mentan) akan membantu kerja Menhan. Mentan tetap akan memegang program kebutuhan pangan lainnya.

Sementara Menhan akan berada pada cadangan strategis pangan yang menyesuaikan dengan kebutuhan. Sebagai leading sector, Menhan juga telah memiliki hitungan anggaran dalam program tersebut.

"Ini sudah disampaikan Menhan dengan hitung-hitungan biaya berapa, anggaran berapa, dalam membangun food estate yang ada di Kapuas dan Pulang Pisau," jelas Jokowi.

Setelah mengecek ke lapangan, Jokowi memastikan lahan yang disiapkan pemerintah memiliki potensi ditanami bahan pangan. Antara lain seperti padi, jagung, dan cabai.

Jokowi juga memastikan lahan tersebut bukan merupakan lahan gambut. Lahan yang tersedia untuk food estate merupakan lahan aluvial yang tidak berdampak buruk bagi lingkungan.

Baca Juga: Jokowi tunjuk Prabowo urus lumbung pangan di Kalteng seluas 30.000 ha, ini alasannya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×