kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.874   28,00   0,17%
  • IDX 8.956   19,31   0,22%
  • KOMPAS100 1.237   7,66   0,62%
  • LQ45 873   4,55   0,52%
  • ISSI 326   1,60   0,49%
  • IDX30 442   2,51   0,57%
  • IDXHIDIV20 520   3,34   0,65%
  • IDX80 138   0,91   0,67%
  • IDXV30 145   1,15   0,80%
  • IDXQ30 142   1,14   0,82%

Jokowi ingin memasok pangan ke dunia


Jumat, 31 Juli 2015 / 11:16 WIB
Jokowi ingin memasok pangan ke dunia


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini, Jumat (31/7) membuka Musyawarah Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ke VIII. Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan masa depan pertanian dan produksi pangan nasional.

Menurutnya, Indonesia bisa menjadi negara yang memenuhi pasar pangan di dunia. Apalagi, Indonesia secara geografis terletak di atas lintasan garis katulistiwa.

Posisi itu sangat strategis untuk mengembangkan pertanian, dengan curah sinar matahari yang tinggi. "Sehingga, kalau manajemen (pertanian) yang tidak baik kita perbaiki, pada saatnya kita akan jadi pemasok pangan di dunia," ujar Jokowi, Jumat (31/7) di Jakarta.

Saat ini pemerintah memang mulai meningkatkan produksi pangan dengan membangun lahan-lahan pertanian baru, seperti di Merauke dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Di Merauke, pemerintah berencana mengembangkan lahan pertanian seluas 4,6 juta hektar, dengan menggunakan sistem pengolahan secara mekanisasi.

Munas HKTI sendiri dilaksanakan mulai hari ini di Asrama Haji, Pondok gede, Jakarta Timur. Munas ini akan mengagendakan pemilihan ketua umum HKTI baru, yang saat ini dijabat oleh Oesman Sapta Odang, yang juga ketua Majelis Permusyawaratan rakyat (MPR).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×