kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Jokowi ingin memasok pangan ke dunia


Jumat, 31 Juli 2015 / 11:16 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini, Jumat (31/7) membuka Musyawarah Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ke VIII. Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan masa depan pertanian dan produksi pangan nasional.

Menurutnya, Indonesia bisa menjadi negara yang memenuhi pasar pangan di dunia. Apalagi, Indonesia secara geografis terletak di atas lintasan garis katulistiwa.

Posisi itu sangat strategis untuk mengembangkan pertanian, dengan curah sinar matahari yang tinggi. "Sehingga, kalau manajemen (pertanian) yang tidak baik kita perbaiki, pada saatnya kita akan jadi pemasok pangan di dunia," ujar Jokowi, Jumat (31/7) di Jakarta.

Saat ini pemerintah memang mulai meningkatkan produksi pangan dengan membangun lahan-lahan pertanian baru, seperti di Merauke dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Di Merauke, pemerintah berencana mengembangkan lahan pertanian seluas 4,6 juta hektar, dengan menggunakan sistem pengolahan secara mekanisasi.

Munas HKTI sendiri dilaksanakan mulai hari ini di Asrama Haji, Pondok gede, Jakarta Timur. Munas ini akan mengagendakan pemilihan ketua umum HKTI baru, yang saat ini dijabat oleh Oesman Sapta Odang, yang juga ketua Majelis Permusyawaratan rakyat (MPR).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×