kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Jokowi ingin memasok pangan ke dunia


Jumat, 31 Juli 2015 / 11:16 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini, Jumat (31/7) membuka Musyawarah Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ke VIII. Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan masa depan pertanian dan produksi pangan nasional.

Menurutnya, Indonesia bisa menjadi negara yang memenuhi pasar pangan di dunia. Apalagi, Indonesia secara geografis terletak di atas lintasan garis katulistiwa.

Posisi itu sangat strategis untuk mengembangkan pertanian, dengan curah sinar matahari yang tinggi. "Sehingga, kalau manajemen (pertanian) yang tidak baik kita perbaiki, pada saatnya kita akan jadi pemasok pangan di dunia," ujar Jokowi, Jumat (31/7) di Jakarta.

Saat ini pemerintah memang mulai meningkatkan produksi pangan dengan membangun lahan-lahan pertanian baru, seperti di Merauke dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Di Merauke, pemerintah berencana mengembangkan lahan pertanian seluas 4,6 juta hektar, dengan menggunakan sistem pengolahan secara mekanisasi.

Munas HKTI sendiri dilaksanakan mulai hari ini di Asrama Haji, Pondok gede, Jakarta Timur. Munas ini akan mengagendakan pemilihan ketua umum HKTI baru, yang saat ini dijabat oleh Oesman Sapta Odang, yang juga ketua Majelis Permusyawaratan rakyat (MPR).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×