kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Jokowi ingin koalisi hanya bicarakan rakyat


Selasa, 06 Mei 2014 / 10:23 WIB
ILUSTRASI. 5 Cara Mudah Mencegah Batu Ginjal Tanpa Obat, Bisa Diterapkan Sejak Sekarang.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo mengungkapkan, pihaknya tidak ingin sembarangan membentuk koalisi atau kerjasama antarpartai politik.

Joko Widodo mengatakan, pihaknya tidak pernah mencantumkan syarat-syarat, misalnya masalah pembagian kursi menteri dan sebagainya ketika melakukan komunikasi politik dengan partai politik lain.

"Untuk itu kita bicara di depan enggak pernah ada syarat. Karena yang dibicarakan rakyat," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di galeri Kunstkring, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/5/2014) malam.

Jokowi yang masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta ini juga mengatakan hebatnya kerjasama antarpartai politik itu bukan dilihat dari seberapa besar kerjasama yang dibentuk.

Menurutnya, besar-kecil kerjasama antarpartai tanpa adanya kesamaan visi dan misi bukanlah kerjasama yang hebat.

"Di Solo ada 38 persen partai besar juga pernah divoting, punya teman juga pernah divoting. Di sini 11 persen belum pernah divoting. Artinya tergantung komunikasi politik. Yang gede seperti yang sekarang. Setgab gede sekali 78 persenan. Kalau gede masalah kisruh juga. Yang paling baik adalah koalisi yang memiliki visi sama. Agenda sama langkah sama," kata Jokowi. (Nicolas Timothy)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×