kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Jokowi ingin kebijakan terkait rupiah dikomunikasikan dengan baik


Senin, 03 September 2018 / 17:39 WIB
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Darmin Nasution


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta sejumlah menterinya dan Bank Indonesia (BI) terkait kebijakan yang telah ditempuh untuk mengendalikan gejolak nilai tukar rupiah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut, Presiden ingin kebijakan itu dikomunikasikan dengan baik ke masyarakat.

"Presiden betul-betul ingin supaya langkah-langkah kebijakan yang sudah dirumuskan itu dibuat sedetail mungkin dan dikomunikasikan," kata Darmin saat tiba di kantornya usai rapat di Istana Presiden, Senin (3/9) sore.

Lebih lanjut menurut Darmin, Presiden tidak ingin langkah-langkah yang ditempuh tersebut tidak dirasakan masyarakat. Sehingga, masyarakat beranggapan bahwa pemerintah dan BI belum melakukan apa-apa, seperti langkah yang ditempuh melalui ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

"Selain komunikasinya, juga monitoringnya. Bahkan TKDN sudah ngomongin ini dua tahun, berarti monitoringnya gimana? Jangan sampai B20 juga sama lagi," tambah dia.

Presiden lanjut Darmin, juga menanyakan perkembangan kebijakan terkait devisa hasil ekspor (DHE), ekspor batubara, hingga rencana kebijakan pembatasan impor, selain kebijakan B20 dan TKDN.

Ia ingin, nilai tukar rupiah tidak membuat susah kalangan pebisnis hingga tidak membuat investor asing di portofolio mulai keluar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×