kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Jokowi ingin kebijakan terkait rupiah dikomunikasikan dengan baik


Senin, 03 September 2018 / 17:39 WIB
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Darmin Nasution


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta sejumlah menterinya dan Bank Indonesia (BI) terkait kebijakan yang telah ditempuh untuk mengendalikan gejolak nilai tukar rupiah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut, Presiden ingin kebijakan itu dikomunikasikan dengan baik ke masyarakat.

"Presiden betul-betul ingin supaya langkah-langkah kebijakan yang sudah dirumuskan itu dibuat sedetail mungkin dan dikomunikasikan," kata Darmin saat tiba di kantornya usai rapat di Istana Presiden, Senin (3/9) sore.

Lebih lanjut menurut Darmin, Presiden tidak ingin langkah-langkah yang ditempuh tersebut tidak dirasakan masyarakat. Sehingga, masyarakat beranggapan bahwa pemerintah dan BI belum melakukan apa-apa, seperti langkah yang ditempuh melalui ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

"Selain komunikasinya, juga monitoringnya. Bahkan TKDN sudah ngomongin ini dua tahun, berarti monitoringnya gimana? Jangan sampai B20 juga sama lagi," tambah dia.

Presiden lanjut Darmin, juga menanyakan perkembangan kebijakan terkait devisa hasil ekspor (DHE), ekspor batubara, hingga rencana kebijakan pembatasan impor, selain kebijakan B20 dan TKDN.

Ia ingin, nilai tukar rupiah tidak membuat susah kalangan pebisnis hingga tidak membuat investor asing di portofolio mulai keluar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×