kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Jokowi hitung skenario ringan hingga berat dampak virus corona


Selasa, 24 Maret 2020 / 11:52 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo melihat peralatan medis di ruang IGD saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayora


Reporter: | Editor: Noverius Laoli

Untuk sektor UMKM dalamn skenario sedang paling parah akan berada di Kalimantan Utara dengan penurunan hingga 36%. Berdasarkan hitungan tersebut juga hanya mampu bertahan hingga Agustus sampai Oktober.

Sementara itu, di sektor pertanian dalam skenario sedang paling buruk akan menekan daerah Kalimantan Barat yang akan turun hingga 34% dengan daya tahan hingga November.

Baca Juga: Program mudik gratis dibatalkan, Kemenhub: Kami juga dorong masyarakat tidak mudik

Sementara untuk tukang ojek, supir angkot paling berat di wilayah Sumatra Utara dengan penurunan 44%.

"Angka-angka seperti ini mohon dikalkulasi secara detail di daerah juga persiapan bantuan sosial (bansos)," terang Jokowi.

Sebelumnya Jokowi meminta agar pemerintah daerah menyiapkan jaring pengaman atau safety net untuk menjaga dampak Covid-19. Hal itu bisa dilakukan dengan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran sesuai Instruksi Presiden nomor 4 tahun 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×