kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Jokowi dan Ahok panggil kadis perhubungan baru


Kamis, 13 Februari 2014 / 15:31 WIB
ILUSTRASI. Arus petikemas internasional di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan, Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT)


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Gubernur Jakarta Joko Widodo memanggil Muhammad Akbar di hari pertamanya menjadi Kepala Dinas Perhubungan Jakarta. Menurut Akbar, hanya satu poin yang ditekankan Jokowi kepada dirinya.

"Pak Gubernur hanya instruksikan supaya saya lebih banyak ke lapangan. Tujannya supaya tahu persoalan lapangan," ujar pengganti Udar Pristono itu kepada wartawan di Balaikota, Kamis (13/2/2014) siang.

Gubernur, lanjut Akbar, juga mewanti-wanti agar dirinya mengontrol ketat petugas Dishub DKI di titik-titik kemacetan Jakarta. Sebab, salah satu penyebab kemacetan di Jakarta adalah ketiadaan petugas sehingga arus lalu lintas tak terkontrol.

Di sela-sela wawancara tersebut, Akbar permisi kepada wartawan. Rupanya, usai bertemu Jokowi, Akbar juga dipanggil oleh Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di kantor.

"Maaf teman-teman, sebenarnya saya juga tiba-tiba dipanggil oleh Pak Wagub. Tidak tahu ada apa. Nanti lagi ya," ujarnya sambil berjalan tergesa-gesa ke arah kantor Basuki.

Sebelum diangkat menjadi Kepala Dinas Perhubungan, Muhammad Akbar menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat. Dia menggantikan Udar Pristono yang tersandung masalah pengadaan bus baru, yang beberapa di antaranya ternyatak tak laik beroperasi. (Fabian Januarius Kuwado)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×