kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.733   26,00   0,15%
  • IDX 6.500   39,29   0,61%
  • KOMPAS100 857   1,87   0,22%
  • LQ45 651   0,42   0,06%
  • ISSI 226   3,17   1,42%
  • IDX30 361   -0,46   -0,13%
  • IDXHIDIV20 450   -0,80   -0,18%
  • IDX80 98   0,19   0,20%
  • IDXV30 125   0,31   0,25%
  • IDXQ30 116   -0,36   -0,31%

Jokowi: Cangkul masa masih impor? Kebangetan banget


Kamis, 07 November 2019 / 03:00 WIB


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk memprioritaskan barang produksi dalam negeri ketimbang produk impor.

Apalagi, jika memang industri dalam negeri bisa memproduksi barang tersebut, Jokowi meminta jangan sampai produk impor justru yang lebih diprioritaskan.

"Misalnya, urusan pacul, cangkul, masa masih impor?" kata dia saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2019, Rabu (6/11/2019).

Baca Juga: Jokowi janji akan prioritaskan swasta untuk garap proyek infrastruktur

"Apakah tidak bisa didesain industri UKM kita, kamu buat pacul tahun depan. Saya beli ini puluhan ribu cangkul," ujar Jokowi.

Pacul, Jokowi mengatakan, hanya salah satu contoh barang yang bisa diproduksi di dalam negeri tetapi justru diimpor. Masih ada ribuan contoh barang lain.

"Enak banget negara yang di mana barang itu kita impor, padahal kita masih defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan," ucap Jokowi.

Baca Juga: Jokowi minta bank turunkan suku bunga




TERBARU

[X]
×