kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Jokowi bentuk tim intelijen media


Rabu, 07 Januari 2015 / 13:22 WIB
Jokowi bentuk tim intelijen media
ILUSTRASI. Nasabah Wajib Cek Kurs Dollar-Rupiah di BRI Jelang Tengah Hari Ini, Selasa (18/7)./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/23/11/2022.


Reporter: Uji Agung Santosa | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah membentuk tim intelijen media untuk menganalisis isu di media massa secara realtime. Pengakuan Jokowi itu disampaikan dalam sidang kabinet paripurna hari ini, Rabu (7/1) di kantornya.

Dalam sidang kabinet itu salah satu persoalan yang dibahas adalah mengenai persepsi media terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK. Menurutnya, media berperan sebagai pembawa pesan dan akan membentuk persepsi pemerintahan di mata masyarakat. "Namun ekspose media belum tentu atau tidak mewakili kinerja pemerintah," ujar Jokowi, dalam pembukaannya.

Menurutnya, setiap kebijakan pemerintah yang dilakukan baik oleh masing-masing kementerian ataupun oleh presiden akan selalu dipandang dalam sisi pro dan kontra. Hal itulah yang diamati pemerintahan Jokowi dalam tiga bulan terakhir. Pengamatan selama tiga bulan terakhir itu yang dilakukan tim intelijen negara.

Dalam sidang kabinet paripurna kali ini, selain membahas masalah persepsi media terhadap pemerintahannya, Jokowi juga menyampaikan akan membahas perkembangan penyelesaian dokumen Rencana Pembangunan jangka menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, serta rencana kerja pemerintah (RKP) 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×