kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Jokowi bantah rencana kenaikan listrik industri


Senin, 09 Maret 2015 / 14:20 WIB
ILUSTRASI. Gula darah rendah


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

LHOKSEUMAWE. Presiden Joko widodo menyatakan pelaku industri tak perlu takut dengan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). Sebab, pemerintah tidak akan menaikkan tarif listrik dalam waktu dekat.

Jokowi mengatakan, saat ini pemerintah belum memiliki rencana menaikkan tarif listrik untuk golongan pelanggan industri.

"Industri takut semua listrik naik, listrik untuk industri tidak naik, ada yang menulis lagi listrik akan naik," kata Jokowi, saat meresmikan terminal penerimaan dan regasifikasi Arun, Lhoksumawe, Aceh Utara, Senin (9/3).

Menurut Jokowi, keputusan kenaikan tarif listrik akan membahayakan perekonomian. Pasalnya akan membuat sektor industri takut mengembangkan usahanya.

"Yang memutuskan masih mikir, ini berbahaya, industri tidak mau melebarkan usahanya, karena ketakutan naik listrik padhal kita berhirtung saja belum," tekannya.

Ia menambahkan, tarif listrik malah kemungkinan akan mengalami penurunan, ditomboki hasil penghematan anggaran.

"Saya sampaikan tarif listrik tidak naik bahkan kemungkinan akan turun, karena ada efisiensi 4 bulan, ini Sesneg baru dapat laporan sekian triliun, saya instruksikan itu agar dipakai menurunkan tarif (listrik)," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×