kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.727   59,00   0,33%
  • IDX 6.046   -48,74   -0,80%
  • KOMPAS100 794   -10,70   -1,33%
  • LQ45 609   -7,84   -1,27%
  • ISSI 212   -1,85   -0,86%
  • IDX30 348   -4,54   -1,29%
  • IDXHIDIV20 432   -7,09   -1,62%
  • IDX80 92   -1,18   -1,27%
  • IDXV30 120   -1,46   -1,21%
  • IDXQ30 113   -2,07   -1,80%

Jokowi: Bali, Jakarta, dan Yogyakarta alami kontraksi ekonomi paling dalam


Selasa, 01 September 2020 / 12:28 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2020).


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo menyebut Bali, DKI Jakarta, dan Yogyakarta alami kontraksi ekonomi paling dalam di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Ekonomi Indonesia ikut tertekan sebagai imbas dari krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19. Jokowi menyampaikan pandemi Covid-19 membuat kegiatan pariwisata mengalami penurunan besar akibat pembatasan pergerakan manusia.

Baca Juga: Jokowi: September jadi harapan Indonesia lolos dari resesi

"Bali minus 10,98% karena ini memang turis wisata betul-betul sangat mendominasi ekonomi di Bali sehingga kelihatan sekali pertumbuhan ekonomi di Bali terkontraksi tajam," ujar Jokowi saat memberikan arahan kepada Gubernur secara virtual di Istana Bogor, Selasa (1/9).

Selain itu DKI Jakarta juga mengalami kontraksi minus 8,82% pada kuartal kedua. Sedangkan Yogyakarta mengalami kontraksi sebesar minus 6,74%. "Yang lain-lain berada pada posisi hampir seperti rata-rata nasional kita," terang Jokowi.

Asal tahu saja pada kuartal kedua pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar minus 5,32%. Padahal sebelumnya pada kuartal pertama Indonesia masih raih pertumbuhan positif 2,97%.

Meski begitu provinsi Papua dan Papua Barat masih mencatat pertumbuhan positif di kuartal kedua tahun 2020. Pertumbuhan ekonomi di Papua sebesar 4,25% dan Papua Barat 0,25%.

Baca Juga: Jokowi keluhkan rata-rata belanja daerah belum sampai 50%

Jokowi mendorong agar Gubernur terus mempercepat realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sehingga nantinya bisa memacu konsumsi masyarakat dan menjaga pertumbuhan ekonomi kembali positif di kuartal III.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×