kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Jokowi akan sering menggunakan pesawat komersial


Kamis, 04 Desember 2014 / 13:38 WIB
ILUSTRASI. Katalog Harga Promo Superindo 20 Juni 2022, Diskonan Seru!


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemungkinan akan lebih sering menggunakan pesawat komersial saat melakukan kunjungan kerja ke daerah. Pasalnya, cara ini dinilai lebih menghemat anggaran negara.

Menurut Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto, jika dibandingkan menggunakan pesawat kepresidenan, memakai pesawat komersial lebih hemat Rp 120 juta. Tengok saja, kalau memakai pesawat kepresidenan dalam sekali perjalanan, anggaran yang dikeluarkan bisa sampai Rp 160 - Rp 170 juta.

Apalagi, jika Jokowi memakai pesawat sewaan dari Garuda Indonesia. Anggaran yang dibutuhkan bisa mencapai sepuluh kali lipat dari pesawat komersial, yakni sekitar Rp 400 juta.

Padahal, jika menggunakan pesawat komersial, anggaran yang dihabiskan hanya Rp 40 juta. "Karena menggunajan pesawat komersil, maka jumlah rombongan juga lebih sedikit," ujar Andi, Kamis (4/12).

Andi juga bilang, prinsipnya efisiensi dan rasionalisasi harus dilakukan. Selain akan lebih banyak menggunakan pesawat komersial kelas ekonomi, Jokowi juga akan merampingkan jumlah tim kepresidenan yang diberangkatkan.

Ia mencontohkan, ketika Jokowi melakukan kunjungan ke China dan Myanmar, tim pendahulu yang diberangkatkan lebih sedikit. Karena dikurangi hingga sepertiga dari yang biasanya. Nah, jika ada dana lebih hasil penghematan, nantinya akan digunakan sebagai dana bantuan presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×