kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Jokowi akan menerapkan sistem online di rumahsakit


Senin, 18 Februari 2013 / 19:34 WIB
ILUSTRASI. Buah sirsak bisa mencegah pertumbuhan sel kanker


Reporter: Fahriyadi | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Banyaknya laporan warga soal penolakan pasien oleh Rumahsakit (RS) milik pemerintah daerah membuat pemerintah provinsi DKI Jakarta berupaya mencarikan solusinya.

Salah satu cara yang akan diluncurkan adalah, membuat sistem komunikasi online antar RS. "Kami akan buat sistem komunikasi antar RS,” kata Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) di Balaikota, Senin (18/2).

Menurut Jokowi, jika ada pasien datang ke RS tertentu, dan disana ruangannya penuh, maka RS tersebut harus bisa menginformasikan dimana ruang rawat atau ICU-nya masih kosong.

Jokowi berharap sistem ini sudah bisa dioperasikan pada bulan depan. Untuk itu, Ia meminta agar diberi waktu untuk membangun sistem tersebut satu bulan.

Hal serupa juga disampaikan Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama. Menurutnya RS, harus segera menyajikan data secara online.

Nantinya data tersebut bisa diketahui oleh publik, sehingga tak ada penolakan pasien dengan alasan kamar penuh.

"Sekarang yang terjadi adalah, RS saling lempar ketika kamar Kelas III penuh, RS menolak dan pasien tak tahu harus kemana, akhirnya pasien yang jadi korban," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×