kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.026   43,00   0,24%
  • IDX 6.180   -16,22   -0,26%
  • KOMPAS100 806   -4,62   -0,57%
  • LQ45 612   -2,99   -0,49%
  • ISSI 214   -0,17   -0,08%
  • IDX30 344   -1,75   -0,51%
  • IDXHIDIV20 426   -2,51   -0,59%
  • IDX80 92   -0,49   -0,53%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

Jokowi akan menerapkan sistem online di rumahsakit


Senin, 18 Februari 2013 / 19:34 WIB
ILUSTRASI. Buah sirsak bisa mencegah pertumbuhan sel kanker


Reporter: Fahriyadi | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Banyaknya laporan warga soal penolakan pasien oleh Rumahsakit (RS) milik pemerintah daerah membuat pemerintah provinsi DKI Jakarta berupaya mencarikan solusinya.

Salah satu cara yang akan diluncurkan adalah, membuat sistem komunikasi online antar RS. "Kami akan buat sistem komunikasi antar RS,” kata Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) di Balaikota, Senin (18/2).

Menurut Jokowi, jika ada pasien datang ke RS tertentu, dan disana ruangannya penuh, maka RS tersebut harus bisa menginformasikan dimana ruang rawat atau ICU-nya masih kosong.

Jokowi berharap sistem ini sudah bisa dioperasikan pada bulan depan. Untuk itu, Ia meminta agar diberi waktu untuk membangun sistem tersebut satu bulan.

Hal serupa juga disampaikan Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama. Menurutnya RS, harus segera menyajikan data secara online.

Nantinya data tersebut bisa diketahui oleh publik, sehingga tak ada penolakan pasien dengan alasan kamar penuh.

"Sekarang yang terjadi adalah, RS saling lempar ketika kamar Kelas III penuh, RS menolak dan pasien tak tahu harus kemana, akhirnya pasien yang jadi korban," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×