kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Jokowi akan kawal evakuasi badan AirAsia QZ8501


Senin, 26 Januari 2015 / 22:16 WIB
ILUSTRASI. Alasan kenapa kucing makan anaknya.


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi mengatakan akan tetap mengikuti perkembangan dari proses pencarian badan pesawat dan korban AirAsia QZ8501 di Selat Karimata, dekat Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Bahkan, bila diperlukan, Jokowi akan ke sana lagi untuk mengecek langsung proses evakuasi. 

"Ya nanti ngikut terus. Nanti kalau diperlukan, ya kita ke sana," ujar Presiden Jokowi usai memeriksa giginya di Balai Pelayanan Masyarakat (Yanma) Balai Kota, Senin (26/1). 

Terkait dengan proses pencarian yang selama ini telah dilakukan oleh tim SAR (Search and Rescue) gabungan, kata Jokowi, sudah menunjukkan kinerja yang sangat baik. Dia pun mengapresiasi cara kerja Badan SAR Nasional (Basarnas) yang secara cepat membawa perkembangan-perkembangan berarti. 

"Basarnas saya kira penanganannya sudah sangat bagus evakuasinya, (kerjanya) cepat," tambah Jokowi. 

Sampai pada hari pencarian ke-30, tepatnya pada hari ini, tim SAR gabungan telah menemukan 70 jenazah korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. Dari temuan itu, sebanyak 69 jenazah telah diterbangkan dengan pesawat dari Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng ke Lanud Juanda, Surabaya, Jawa Timur, untuk keperluan proses identifikasi. 

Dengan demikian, maka masih ada 92 penumpang dan awak pesawat AirAsia QZ8501 yang belum diketahui keberadaan dan nasibnya. Basarnas memperkirakan sebagian besar korban masih berada di dalam badan pesawat yang sampai saat ini masih belum bisa diangkat. 

Meski demikian, tim penyelam kembali berusaha coba mengangkat badan pesawat tersebut dengan mengulang proses dari awal, yaitu pengikatan tali baja sling jaring-jaring ke badan pesawat dan selanjutnya akan diangkat dengan beberapa balon pengapung atau lifting bag. (Andri Donnal Putera)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×