kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.195   -69,92   -0,85%
  • KOMPAS100 1.156   -12,41   -1,06%
  • LQ45 829   -10,84   -1,29%
  • ISSI 294   -2,01   -0,68%
  • IDX30 431   -4,70   -1,08%
  • IDXHIDIV20 516   -5,24   -1,00%
  • IDX80 129   -1,49   -1,14%
  • IDXV30 142   -0,63   -0,44%
  • IDXQ30 139   -1,78   -1,26%

Mendikdasmen Wajibkan Pelajaran Bahasa Inggris dari Kelas 3 SD Mulai 2027


Jumat, 13 Februari 2026 / 13:53 WIB
Mendikdasmen Wajibkan Pelajaran Bahasa Inggris dari Kelas 3 SD Mulai 2027
ILUSTRASI. Menteri Pendidikan umumkan Bahasa Inggris wajib kelas 3 SD mulai 2027. Pelatihan guru sudah disiapkan, bagaimana dampaknya pada anak Anda? (Wilmar/dok)


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - BULELENG. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan, bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 sekolah dasar (SD) pada 2027.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan nasional.

“Kami sampaikan bahwa mulai tahun 2027, bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai dari kelas 3 SD,” ujar Mu’ti, Jumat (13/2/2026) di SMK Negeri 3 Singaraja, Buleleng, Bali.

Baca Juga: Prabowo Minta Mendiktisaintek Siapkan SDM untuk Kampung Nelayan

Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah akan menggelar pelatihan bagi guru-guru kelas pada 2026 agar siap mengajar bahasa Inggris.

Mu’ti menegaskan, kementerian tidak akan merekrut guru baru untuk program ini.

“Kami tidak mengangkat guru baru, tetapi guru yang sudah ada kami latih untuk dapat mengajar bahasa Inggris dengan baik,” katanya.

Selain penguatan bahasa Inggris, Kemendikdasmen juga mendorong penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) di seluruh satuan pendidikan.

Menurut dia, langkah ini diperlukan untuk memperbaiki capaian pendidikan nasional yang dinilai masih belum optimal.

“Kami ingin memperbaiki dari hulunya, yaitu dari pendekatan pembelajarannya,” ujarnya.

Baca Juga: WEF Soroti Tantangan Tenaga Kerja, Pendidikan Tinggi Harus Bersiap Beradaptasi

Ia berharap seluruh guru, tidak hanya kepala sekolah, dapat mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam secara bertahap hingga merata di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah juga menjalankan program peningkatan kompetensi dan kualifikasi akademik guru.

Bagi guru yang belum memiliki ijazah D4 atau S1, pemerintah memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan melalui skema rekognisi pembelajaran lampau (RPL).

“Tahun 2025 kita alokasikan untuk 12.500 guru. Tahun 2026 ini kami alokasikan untuk 150.000 guru di seluruh Indonesia untuk semua jenjang dan semua mata pelajaran,” kata Mu’ti.

Selanjutnya: Pemilu Bangladesh 2026: Antrean Panjang dan Harapan Demokrasi Baru

Menarik Dibaca: Promo Es Krim Alfamart Spesial Valentine, Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×