kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi ajak warga tanam sayuran


Senin, 06 Januari 2014 / 15:29 WIB
ILUSTRASI. Instagram app is seen on a smartphone in this illustration taken, July 13, 2021. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berencana membangun rumah pembibitan tanaman di rumah susun sewa Marunda, Jakarta Utara. Bermacam-macam jenis sayuran akan diberikan kepada warga untuk ditanam di rumah itu.

"Banyak, (ada) selada, kailan, sawi-sawian, cabai-cabaian, terong," ujar Jokowi saat meninjau rusun Marunda, Senin (6/1/2014).

Jokowi ingin tanaman-tanaman tersebut dapat dijadikan mata pencaharian baru bagi warga, tentunya selain untuk dikonsumsi sendiri. Jokowi mengaku sudah memiliki pasar sebagai tempat distribusi komoditas sayur-sayuran dari warga rusun Marunda.

Jokowi mengatakan, sebenarnya sudah ada lahan untuk bercocok tanam oleh warga. Selain itu, ada juga kolam pembibitan ikan lele. Namun, Jokowi merasa hal itu belum cukup lantaran warga masih bercocok tanam dan beternak dengan teknologi sederhana.

"Kita sudah beri lahan sebenarnya, tapi masih tradisional. Kita ini akan kembangkan ke pengembangan tanaman hidroponik. Yang baru ini konsepnya urban farming, ada teknologinya," kata Jokowi.

Ia menyebutkan, tidak semua warga rusun diperbolehkan mengelola tanaman-tanaman itu. Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta akan mendata siapa warga yang cocok berkebun.

Pembuatan rumah pembibitan tanaman tersebut merupakan bentuk dana corporate social responsibility (CSR) dari salah satu perusahaan swasta. Pembuatan rumah pembibitan tersebut diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp 250 juta. (Fabian Januarius Kuwado)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×