kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

JK: Transportasi basis aplikasi tak bisa dihindari


Selasa, 22 Maret 2016 / 15:33 WIB
JK: Transportasi basis aplikasi tak bisa dihindari


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla meminta pengusaha dan pengemudi taksi konvensional untuk mau mengikuti perkembangan teknologi, termasuk keberadaan layanan transportasi berbasis aplikasi. Menurutnya, keberadaan layanan transportasi berbasis aplikasi tidak bisa dilawan dan dihindari.

Menurutnya, menghindari keberadaan layanan tersebut justru akan membuat mereka tertinggal. "Mau atau tidak, pasti hal dan perubahan seperti ini harus dijalani, kalau soal aturan tinggal menyesuaikan saja," katanya dalam Rapat Kerja Pemerintah dengan Pimpinan Lembaga dan Pejabat Eselon I Kementerian Lembaga di Jakarta, Selasa (22/3).

Seperti diketahui, ribuan sopir taksi dan angkutan darat lainnya kembali menggelar aksi unjuk rasa untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap layanan transportasi berbasis aplikasi. Mereka meminta pemerintah untuk segera menutup layanan transportasi berbasis aplikasi tersebut, karena dinilai merugikan dan tidak sesuai Undang Undang No. 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas.

JK mengatakan, aksi demo yang dilakukan supir taksi konvensional sekarang ini mirip dengan aksi demo yang dilakukan oleh taksi pangkalan terhadap keberadaan taksi panggilan, meteran dan jam- jaman beberapa tahun lalu. "Ini adalah perkembangan transportasi," katanya.

Sementara, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo juga menghimbau para supir taksi untuk menjalankan aksinya secara damai. "Itu adalah hak, tapi lakukan secara tertib, mengenai solusi nanti biar disampaikan Menteri Perhubungan," katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×