kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

JK: Transportasi basis aplikasi tak bisa dihindari


Selasa, 22 Maret 2016 / 15:33 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla meminta pengusaha dan pengemudi taksi konvensional untuk mau mengikuti perkembangan teknologi, termasuk keberadaan layanan transportasi berbasis aplikasi. Menurutnya, keberadaan layanan transportasi berbasis aplikasi tidak bisa dilawan dan dihindari.

Menurutnya, menghindari keberadaan layanan tersebut justru akan membuat mereka tertinggal. "Mau atau tidak, pasti hal dan perubahan seperti ini harus dijalani, kalau soal aturan tinggal menyesuaikan saja," katanya dalam Rapat Kerja Pemerintah dengan Pimpinan Lembaga dan Pejabat Eselon I Kementerian Lembaga di Jakarta, Selasa (22/3).

Seperti diketahui, ribuan sopir taksi dan angkutan darat lainnya kembali menggelar aksi unjuk rasa untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap layanan transportasi berbasis aplikasi. Mereka meminta pemerintah untuk segera menutup layanan transportasi berbasis aplikasi tersebut, karena dinilai merugikan dan tidak sesuai Undang Undang No. 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas.

JK mengatakan, aksi demo yang dilakukan supir taksi konvensional sekarang ini mirip dengan aksi demo yang dilakukan oleh taksi pangkalan terhadap keberadaan taksi panggilan, meteran dan jam- jaman beberapa tahun lalu. "Ini adalah perkembangan transportasi," katanya.

Sementara, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo juga menghimbau para supir taksi untuk menjalankan aksinya secara damai. "Itu adalah hak, tapi lakukan secara tertib, mengenai solusi nanti biar disampaikan Menteri Perhubungan," katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×