kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Jepang paling rajin memberikan utang ke Indonesia


Senin, 28 Oktober 2013 / 15:30 WIB
ILUSTRASI. Jamur Gigi Berdarah


Sumber: Kompas.co | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah mencatat total utang hingga akhir September 2013 mencapai Rp 2.273,76 triliun. Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 15% dari akhir 2012 yang sebesar Rp 1.977,71 triliun.

Dari data yang dirilis oleh Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Senin (28/10) diketahui, dari jumlah utang itu, 30% dibiayai oleh utang luar negeri. Sementara itu sisanya sebesar 69,9% berasal dari penerbitan surat nerharga negara dan 0,1% dari utang dalam negeri.

Khusus utang dari luar negeri, pemerintah mencatat total dana yang ditarik dari skema ini mencapai Rp 681,7 triliun, baik melalui bilateral, multilateral, komersial dan pinjaman dari pemasok (suppliers).

Berikut ini negara dan lembaga yang paling besar memberikan fasilitas utang ke Indonesia per akhir September 2013:

Bilateral
1. Jepang -- Rp 263,25 triliun
2. Perancis -- Rp 25,24 triliun
3. Jerman -- Rp 23,27 triliun
4. Lain-lain -- Rp 73,76 triliun

Multilateral
1. Bank Dunia -- Rp 146,77 triliun
2. ADB -- Rp 107,74 triliun
3. IDB -- Rp 6,12 triliun
4. Lainnya -- Rp 2,53 triliun

(Bambang Priyo Jatmiko/Kompas.com)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×