Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk mewaspadai praktik penipuan berkedok pungutan biaya masuk Raudhah di kawasan Masjid Nabawi.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Khalilurrahman, menegaskan bahwa seluruh jemaah haji memiliki hak yang sama untuk masuk ke Raudhah tanpa dipungut biaya apa pun.
“Terkait dengan masuk Raudhah. Kami menyampaikan bahwa semua jemaah haji berhak untuk masuk Raudhah. Kami tegaskan bahwa Raudhah itu gratis,” tegasnya, di Kantor Urusan Haji Daker Madinah, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: Tiba di Jawa Tengah, Prabowo Bakal Tinjau Pengelolaan Sampah dan Proyek Hilirisasi
Ia mengungkapkan, saat ini marak oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan petugas dan meminta bayaran kepada jemaah dengan iming-iming bisa membantu masuk ke Raudhah. Praktik tersebut dipastikan sebagai penipuan.
Karena itu, jemaah diminta tidak mudah percaya dan segera melapor kepada petugas apabila menemukan pihak yang meminta sejumlah uang untuk akses ke Raudhah.
“Kalau ada jemaah dimintai bayaran oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dan kami mohon untuk segera melaporkan kepada petugas kami, baik yang ada di sektor ataupun juga yang berada di sektor khusus Masjid Nabawi,” ungkapnya.
Menurut Khalilurrahman, akses masuk Raudhah dilakukan secara resmi melalui tasrih (izin) yang bisa diperoleh secara kolektif melalui petugas kloter dan sektor, maupun secara mandiri melalui aplikasi resmi di Nusuk ponsel masing-masing.
Petugas juga mengimbau ketua kloter untuk aktif berkoordinasi dengan sektor guna memastikan seluruh jemaah yang belum mendapatkan jadwal dapat difasilitasi masuk ke Raudhah secara tertib.
Pemerintah berharap jemaah tetap fokus beribadah, mengikuti arahan petugas, serta tidak tergiur tawaran yang tidak resmi demi menjaga keamanan dan kenyamanan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













