kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.266   44,00   0,26%
  • IDX 7.072   -34,13   -0,48%
  • KOMPAS100 955   -6,68   -0,69%
  • LQ45 682   -4,42   -0,64%
  • ISSI 255   -2,37   -0,92%
  • IDX30 378   -0,88   -0,23%
  • IDXHIDIV20 463   -1,76   -0,38%
  • IDX80 107   -0,70   -0,65%
  • IDXV30 135   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 121   -0,66   -0,55%

Pemerintah Masih Menghitung Dampak Inflasi dari Kenaikan Harga Plastik


Selasa, 28 April 2026 / 16:04 WIB
Pemerintah Masih Menghitung Dampak Inflasi dari Kenaikan Harga Plastik
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (KONTAN/Nurtiandriyani S)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah masih menghitung dampak lonjakan harga plastik global terhadap inflasi, di tengah kekhawatiran kenaikan tersebut akan merembet ke harga makanan dan minuman.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, transmisi kebijakan untuk meredam tekanan harga diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu.

Baca Juga: Subsidi Motor Listrik Segera Digulirkan, Tunggu Terbit PMK

Hal ini terutama terkait proses pengadaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan bahan baku plastik.

“Masih kita hitung. Karena ini butuh waktu untuk pengadaan, mungkin sekitar 3 sampai 4 minggu,” ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Untuk menahan tekanan biaya produksi, pemerintah menurunkan bea masuk impor LPG dari 5% menjadi 0%.

Kebijakan ini ditujukan agar LPG dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku pengganti nafta yang pasokannya terganggu.

Baca Juga: Prabowo Janji Kucurkan Bantuan Langsung untuk Pengolahan Sampah di Daerah

“Impor LPG kami turunkan bea masuknya dari 5% menjadi 0% agar kilang bisa memperoleh bahan baku alternatif dari nafta ke LPG. Ini penting untuk menjaga pasokan bahan baku plastik,” jelasnya.

Kebijakan tersebut berlaku selama enam bulan. Selain LPG, pemerintah juga memberikan relaksasi bea masuk impor untuk sejumlah bahan baku plastik, seperti polipropilena (PP), high-density polyethylene (HDPE), dan linear low-density polyethylene (LLDPE), menjadi 0% dalam periode yang sama.

Airlangga mengungkapkan, langkah ini diambil menyusul lonjakan harga plastik global yang mencapai 50% hingga 100% akibat gangguan pasokan, termasuk dampak penutupan Selat Hormuz.

Kondisi ini berisiko mendorong kenaikan harga kemasan, yang pada akhirnya dapat membebani harga produk makanan dan minuman.

Baca Juga: Prabowo Siapkan Kebijakan Buruh pada May Day 2026, Apa Isinya?

“Diberikan bea masuk 0% selama enam bulan. Nanti kita evaluasi sesuai perkembangan kondisi. Kebijakan serupa juga dilakukan negara lain seperti India agar tidak mendorong kenaikan harga bahan makanan,” ujarnya.

Pemerintah berharap rangkaian kebijakan ini dapat menahan tekanan inflasi dari sisi biaya produksi sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×