kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Subsidi Motor Listrik Segera Digulirkan, Tunggu Terbit PMK


Selasa, 28 April 2026 / 15:53 WIB
Subsidi Motor Listrik Segera Digulirkan, Tunggu Terbit PMK
ILUSTRASI. Subsidi Motor Listrik (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah berencana kembali menggelontorkan subsidi motor listrik sebagai bagian dari upaya mendorong percepatan elektrifikasi kendaraan.

Namun, besaran dan skema subsidi masih menunggu terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, saat ini kebijakan subsidi masih dalam tahap pembahasan di tingkat teknis lintas kementerian.

“Belum diumumkan. Masih dalam tahap pembahasan di tim teknis mengenai berapa jumlah subsidinya, metodenya seperti apa, dan bisnis prosesnya seperti apa,” ujar Agus di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga: BGN: Pengadaan Puluhan Ribu Motor Listrik MBG Demi Jangkau Daerah Terpencil dan Gang

Agus menjelaskan, besaran subsidi akan sangat bergantung pada anggaran yang disiapkan oleh Kementerian Keuangan.

Ia menegaskan, pemerintah masih menghitung nilai subsidi per unit sebelum menentukan total kuota kendaraan yang akan menerima insentif.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyebut angka subsidi sekitar Rp 5 juta per unit. Namun, Agus menegaskan angka tersebut belum final.

“Iya, tunggu PMK-nya. Kalau nanti Rp 5 juta, saya kira akan menuju posisi yang bagus. Tapi saya masih harus tunggu PMK karena masih dibahas di tim teknis,” katanya.

Menurut Agus, pemberian subsidi motor listrik merupakan sinyal penting dari pemerintah untuk mendorong peralihan ke kendaraan listrik sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Lesson learned dari kejadian geopolitik termasuk di Hormuz, kita harus perkuat ketahanan energi. Dengan demikian, pengurangan kebutuhan BBM impor menjadi penting,” ujarnya.

Baca Juga: DPR Sebut Pengadaan Motor Listrik MBG Masuk Anggaran 2025, Minta BGN Terbuka

Lebih lanjut, ia menyebut besaran anggaran dan nilai subsidi per unit akan menentukan jumlah kuota motor listrik yang bisa disalurkan.

“Tergantung nanti berapa yang disiapkan oleh Kementerian Keuangan dan nilai subsidi per motornya berapa. Nanti baru kita bisa lihat berapa unit yang disiapkan,” ungkap Agus.

Meski demikian, Agus menegaskan bahwa fokus kebijakan saat ini masih pada motor listrik. Ke depan, pemerintah juga akan mendorong pengembangan kendaraan listrik secara lebih luas.

“Kita masih berbicara soal motor. Tapi ke depan semua akan menuju electric vehicle, karena selain untuk pengurangan emisi, juga penting untuk ketahanan energi,” katanya.

Pemerintah berharap kebijakan subsidi ini dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×