kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Jelang puasa, Kemdag menggeber operasi pasar


Senin, 08 Juni 2015 / 11:14 WIB
Jelang puasa, Kemdag menggeber operasi pasar
ILUSTRASI. Kode Redeem FF Hari ini 22 Desember 2023, Apakah Bisa Dapat Skin hingga Diamond?


Reporter: Handoyo | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemdag) segera menggelar operasi pasar untuk menjaga stabilisasi harga kebutuhan pokok jelang Ramadan dan Lebaran. Langkah ini dilakukan karena hingga kini Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pengendalian Harga Kebutuhan Pokok belum juga terbit. 

Meskipun operasi pasar murah kebijakan konvensional, namun Srie Agustina, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemdag bilang, ini merupakan kebijakan alternatif. Dalam operasi pasar ini, Bulog akan ditugaskan menjual beras dengan harga yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu, untuk menghalau permainan para spekulan pangan, Kemdag akan bersinergi dengan pihak kepolisian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, dan dinas daerah untuk memantau dan mengawasi pergerakan harga pangan dalam negeri.

Sri bilang, belum terbitnya Perpres Pengendalian Harga Kebutuhan Pokok membuat Kemdag sulit menjaga stabilisasi harga. Sebab, selama ini belum ada payung hukum yang mengatur tentang batasan harga kebutuhan pokok.

Akibatnya, berkaitan dengan harga kebutuhan pokok, saat ini Kemdag hanya bisa mengimbau kepada para pedagang besar dan kecil untuk tidak mengerek naik harga jual produknya terlalu tinggi. Dalam kondisi saat ini, kata Srie, rata-rata kenaikan harga yang wajar berada di kisaran 10% dari harga normal.

Nah, bila Perpres Pengendalian Harga Kebutuhan Pokok sudah diteken Presiden, Kemdag akan langsung mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) mengenai harga acuan kebutuhan pokok. "Kalau sudah jadi (Perpres), Menteri Perdagangan membuat harga acuan. Harga khusus puasa dan Lebaran dahulu yang dikejar," kata Srie, akhir pekan lalu.

Enny Sri Hartati, Ekonom Indef menilai, dengan adanya Perpres pengendalian harga, praktik perdagangan tidak sehat bisa dihindari. Selain itu, harga pangan yang terjangkau oleh masyarakat bisa menggairahkan konsumsi. "Ini bisa mendorong ekonomi dan punya efek ganda ke sektor lain," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×