kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jelang Pemilu, Pemerintah Hentikan Bantuan Pangan Beras


Rabu, 07 Februari 2024 / 15:53 WIB
Jelang Pemilu, Pemerintah Hentikan Bantuan Pangan Beras
ILUSTRASI. Pemerintah memutuskan untuk memberhentikan penyaluran sementara bantuan pangan beras jelang pemilihan umum. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/nz


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memutuskan untuk memberhentikan penyaluran sementara bantuan pangan beras jelang pemilihan umum (Pemilu) mulai tanggal 8 sampai 14 Februari 2024. 

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi mengatakan keputusan ini di ambil untuk menghargai tahapan pemilu dan menghindari adanya dugaan politisasi bansos pada saat hari tenang pemilu. 

"Bantuan pangan beras akan dihentikan sementara untuk menghormati Pemilu dan pemuktahiran data. Sekali lagi, ini karena memang tidak ada politisasi bantuan pangan,” ungkap Arief dalam keterangannya, Rabu (7/2). 

Baca Juga: Maret 2024, Pemerintah Siapkan 3,51 Juta Ton Beras dan 1,9 Ton Jagung untuk Bansos

Kemudian, proses distribusi bantuan pangan beras akan kembali dilakukan setelah agenda pemilu pada 15 Februari mendatang. 

Untuk itu, Bulog diminta mengoptimalkan penyaluran sebelum masa tenang dan pasca pemungutan suara serta mengkoordinasikan dengan dinas urusan pangan di tingkat provinsi dan kabupaten kota. 

"Kami tegaskan kembali, bantuan pangan ini sebenarnya bukan hanya jelang pemilu. Bantuan pangan ini tentunya dilakukan oleh pemerintah, jadi negara itu hadir di saat memang diperlukan. Agendanya juga tidak mengikuti agenda politik, tetapi memang sesuai dengan kebutuhan," jelas Arief. 

Untuk diketahui, realisasi bantuan pangan beras sampai 6 Februari telah menyentuh angka 179.149.760 kilogram (kg). Rencananya program bantalan ekonomi masyarakat ini akan dilaksanakan sampai Juni mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×