kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

JBIC dan Menkeu Sri Mulyani sambangi kantor Luhut, bahas investasi di beberapa sektor


Senin, 02 Desember 2019 / 20:55 WIB
JBIC dan Menkeu Sri Mulyani sambangi kantor Luhut, bahas investasi di beberapa sektor
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Reporter: Filemon Agung | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur Japan Bank for International Corporation (JBIC) Tadashi Maeda bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambangi Kantor Kementerian Kordinator Kemaritiman dan Investasi Senin (2/12) sore, guna membahas kerjasama di bidang investasi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pihak JBIC tertarik melakukan investasi dan kerjasama sektor infrastruktur pendanaan di Indonesia.

"Mereka melihat Indonesia sedang dalam proses membuat infrastruktur pendanaan dan mereka menawarkan kolaborasi yang telah mereka lakukan diberbagai negara," kata Sri Mulyani seusai bertemu Luhut, Senin (2/12).

Baca Juga: PLTGU Jawa 1 jadi andalan PLN, Pertamina berhasil melakukan switching energi

Lebih jauh Sri Mulyani menjelaskan, bentuk partisipasi yang ditawarkan yakni dalam bentuk kepemilikan atau equity financing.

Selain itu, kehadiran JBIC juga meliputi dukungan terhadap upaya hilirisasi pertambangan. Salah satunya hilirisasi produk nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.

"Mereka juga tertarik investasi di sektor perumahan dan daerah kota di Indonesia yang terletak di sekitar ruas MRT, seperti itu yang kita bahas," jelas Sri Mulyani.

Kendati demikian, ia masih enggan merinci soal nilai investasi yang bisa masuk dari kerjasama ini.

Sementara itu, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan bilang pertemuan ini sebagai tindak lanjut pertemuan yang diadakan di Tokyo pada November lalu.

"Presiden sedang lakukan transformasi ekonomi berbasis komoditas menjadi value based dan dia tertarik dengan itu," terang Luhut.

Baca Juga: Kemenko Maritim dan Kementerian ESDM dorong perusahaan migas terapkan EOR di 2020

Menurut Luhut, dalam pertemuan ini turut menyinggung soal sektor energi.

"Angkanya (investasi) menurut saya sangat besar, belum bisa ngomong biar mereka yang ngomong. (Tapi) kalau mereka sudah bisa Sovereign Wealth Fund kan US$ 10 miliar hingga US$ 20 miliar dikali tiga," kata Luhut.

 




TERBARU

×