kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Jasa transportasi masih jadi beban defisit neraca jasa di 2018


Senin, 11 Februari 2019 / 19:57 WIB
Jasa transportasi masih jadi beban defisit neraca jasa di 2018


Reporter: Grace Olivia | Editor: Yudho Winarto

BI menjelaskan, penurunan jumlah wisman antara lain dipengaruhi terjadinya bencana alam di beberapa wilayah destinasi wisata dan kecelakaan angkutan udara pada kuartal laporan.

Adapun Josua mengatakan, pemerintah harus tetap konsisten dengan komitmennya mendorong objek wisata baru. "Menggalakkan lagi wisata dalam negeri untuk menarik wisman maupun agar wisnas tidak memilih berwisata ke luar negeri," kata Josua.

Setali tiga uang, David juga menyoroti target kunjungan wisman ke dalam negeri yakni sebanyak 14 juta yang masih belum tercapai.

Menurutnya, pemerintah mesti belajar dari negara tetangga Thailand yang mengandalkan sektor jasa pariwisatanya dalam mencetak surplus transaksi berjalan.

Adapun, Josua juga berharap pemerintah dapat segera merealisasikan kebijakan perluasan insentif PPN 0% bagi ekspor jasa, terutama di sektor informasi dan teknologi (IT).

Pasalnya, insentif ini berpeluang mendorong industri IT maupun industri kreatif lebih menggeliat dalam memproduksi dan memasarkan produknya ke mancanegara.

"Mulai dari pembuatan aplikasi, program, jasa penelitian dan jasa profesional lainnya ini sangat berpotensi berkembang dan insentif pajak bisa menjadi salah satu pendorong yang bagus bagi pelaku," tandas Josua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×