kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.094   -54,00   -0,31%
  • IDX 7.172   200,95   2,88%
  • KOMPAS100 989   31,66   3,31%
  • LQ45 723   21,56   3,07%
  • ISSI 256   6,30   2,53%
  • IDX30 394   12,26   3,21%
  • IDXHIDIV20 483   10,94   2,32%
  • IDX80 111   3,39   3,14%
  • IDXV30 132   2,00   1,53%
  • IDXQ30 128   3,44   2,77%

Japan Credit Rating mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB+


Selasa, 22 Desember 2020 / 17:35 WIB
ILUSTRASI. Japan Credit Rating Agency mempertahankan peringkat Indonesia pada BBB+ dengan outlook stabil.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Japan Credit Rating Agency (JCR) mempertahankan peringkat utang Indonesia atau sovereign credit rating pada level BBB+ dengan outlook stabil (investment grade). JCR memandang, pengukuhan rating tersebut mencerminkan kalau pertubuhan ekonomi yang solid ditopang oleh permintaan domestik, utang pemerintah yang terkendali, dan resiliensi ekonomi Indonesia terhadap gejolak eksternal. 

“Didukung oleh kebijakan nilai tukar yang fleksibel, kredibilitas kebijakan moneter, dan akumulasi cadangan devisa,” tutur JCR dalam laporannya, Senin (22/12). Kemudian, lembaga tersebut menjabarkan dua faktor utama yang mendukung pengukuhan peringkat utang Indonesia. 

Pertama, upaya pemerintah untuk mengendalikan dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian lewat sinergi antara kebijakan fiskal yang ekspansif dengan tetap hati-hati dalam mengelola pembatasan kegiatan ekonomi dan kebijakan Bank Indonesia (BI) yang agresif namun terukur menyediakan likuiditas bagi perekonomian. 

Baca Juga: Credit Default Swap Sentuh Rekor Terendah, Risiko Investasi di Indonesia Makin Turun

“JCR memperkirakan rasio utang pemerintah terhadap PDB akan tetap terkendali pada kisaran 40% di tengah kebijakan fiskal yang ekspansif tersebut,” tambah mereka. 

Kedua, komitmen pemerintah untuk menjaga momentum reformasi struktural ekonomi lewat pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja, meski di tengah pandemi. 

Baca Juga: BI optimistis aliran modal asing masih masuk ke Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×