kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jaga Stabilitas Pasar Surat Utang, Pemerintah Siapkan Bond Stabilization Fund


Jumat, 08 Mei 2026 / 06:00 WIB
Jaga Stabilitas Pasar Surat Utang, Pemerintah Siapkan Bond Stabilization Fund
ILUSTRASI. Pemerintah akan menghidupkan kembali Bond Stabilization Fund untuk menjaga stabilitas pasar surat utang negara (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan menghidupkan kembali Bond Stabilization Fund (BSF) untuk menjaga stabilitas pasar surat utang negara dari gejolak yang dipicu arus modal asing.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan  mengatakan tujuan utama pembentukan BSF bukan untuk melakukan intervensi berlebihan di pasar, melainkan memastikan pasar obligasi domestik tetap stabil dan tidak mudah diguncang oleh aksi investor asing.

"Jadi pada dasarnya saya hanya ingin melihat saja supaya bond-nya, market-nya relatif stabil. Jangan gampang digoyang oleh investor asing," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga: Harga Pertalite Asli Lebih Mahal dari Pertamax, Kok Bisa? Ini Penjelasan Pakar

Menurut dia, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan bank sentral dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Meski demikian, pemerintah disebut telah menyiapkan dana yang cukup untuk menopang mekanisme stabilisasi apabila diperlukan.

"Nanti kerjanya juga pasti koordinasi dengan bank sentral. Tetapi dananya ada, kalau fund betulan kan," katanya.

Purbaya menjelaskan desain awal BSF melibatkan sejumlah lembaga di bawah Kementerian Keuangan, termasuk special mission vehicle (SMV) yang selama ini berada dalam ekosistem fiskal pemerintah.

Lembaga-lembaga tersebut dapat dilibatkan untuk membantu menjaga stabilitas harga obligasi negara ketika terjadi tekanan di pasar.

Ia menekankan sumber dana BSF tidak hanya berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL), melainkan dapat berasal dari berbagai instrumen pendukung lain yang disiapkan pemerintah.

Baca Juga: Perlindungan Konsultan Pajak Dinilai Krusial bagi Kepatuhan dan Penerimaan Negara

Purbaya menilai tekanan keluar modal asing dari pasar obligasi domestik sejauh ini masih relatif terkendali sehingga pemerintah memandang kapasitas pendanaan yang tersedia masih memadai untuk menopang stabilisasi pasar.

"Kalau melihat volumenya yang keluar selama ini, kelihatannya tidak besar-besar amat. Alokasi dana kita cukup," imbuh Purbaya.

Menurut dia, urgensi utama pembentukan BSF adalah menjaga stabilitas harga obligasi negara agar gejolak di pasar keuangan tidak berkembang menjadi kepanikan yang lebih luas di pasar modal.

"Urgensinya cuma itu, menjaga harga bond kita supaya stabil supaya tidak menimbulkan kegaduhan di pasar modal," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×