kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Paket Stimulus Rp 26,34 Triliun Meluncur pada Semester II-2026, Berikut Rinciannya


Selasa, 23 Juni 2026 / 05:30 WIB
Paket Stimulus Rp 26,34 Triliun Meluncur pada Semester II-2026, Berikut Rinciannya
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (KONTAN/Dendi Siswanto)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai sekitar Rp 26,34 triliun untuk menjaga daya tahan ekonomi domestik pada semester II 2026 di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, terutama akibat perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah, termasuk dinamika di Selat Hormuz yang berpotensi mempengaruhi perekonomian global.

"Kita perlu terus untuk menjaga domestik ekonomi dan kita juga harus jaga dengan langkah-langkah proaktif untuk mencegah dan mengantisipasi risiko eksternal yang mungkin muncul," ujar Airlangga dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Baca Juga: 70% Dosen Di Indonesia Digaji Di Bawah Upah Minimum, Cek UMP 2026 Di 38 Provinsi

Menurut Airlangga, paket stimulus tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dan mencakup sejumlah kebijakan fiskal, insentif sektor riil, hingga bantuan sosial.

Salah satu kebijakan yang diumumkan adalah pemberlakuan tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) Final royalti sebesar 1,5% bagi penulis. 

Airlangga menyebut kebijakan tersebut merupakan bagian dari janji kampanye Presiden Prabowo dan ditujukan untuk memberikan keringanan bagi pekerja kreatif.

Saat ini, tarif pajak yang dikenakan atas penghasilan penulis dapat mencapai 5% hingga 35%, tergantung kelompok penghasilan.

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan insentif transportasi untuk mendorong mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah dan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Diskon transportasi ini mencakup potongan tarif tiket kereta api, Kapal Pelni, tarif jasa kepelabuhan ASDP, hingga subsidi penuh pajak pertambahan nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) 100% untuk tiket pesawat berjadwal domestik kelas ekonomi.

Di sektor industri, pemerintah memutuskan menurunkan bea masuk impor LPG dan bahan baku plastik menjadi 0%. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menekan biaya produksi industri petrokimia dan menjaga stabilitas harga barang.

Baca Juga: Draf Perpres Bocor: RI Siap Suntik AI ke Program Makan Gratis dan Kesehatan

Airlangga memperkirakan insentif tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi sekitar Rp2,25 triliun melalui pengurangan biaya industri dan efek pengganda terhadap perekonomian.

"Pemerintah mengharapkan dengan adanya bahan baku plastik yang 0% ini juga akan membantu terkait dengan inflasi terutama hampir seluruh packaging makanan dibungkus dengan plastik," katanya.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menurunkan tarif impor suku cadang pesawat menjadi 0% guna meningkatkan daya saing industri perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO) di dalam negeri.

Dari sisi ketenagakerjaan, pemerintah melanjutkan program magang dan vokasi pada paruh kedua tahun ini. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan tenaga kerja sekaligus menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Sementara itu, untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah memperpanjang program bantuan pangan selama tiga bulan, yakni Juli hingga September 2026. 

Program tersebut akan menjangkau 33,24 juta penerima manfaat dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 17,54 triliun.

Pemerintah juga menyiapkan program stabilisasi harga kedelai bagi perajin tahu dan tempe. Melalui skema ini, pelaku usaha akan memperoleh subsidi sebesar Rp 2.000 per kilogram dengan kuota 250 ribu ton apabila harga kedelai melampaui harga acuan yang telah ditetapkan.

Secara rinci, total stimulus semester II 2026 terdiri dari insentif transportasi sekitar Rp 2,04 triliun, program magang dan vokasi Rp 6,26 triliun, serta bantuan pangan dan stabilisasi harga pangan sekitar Rp 18,04 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×