kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Iuran BPJS Kesehatan naik, Kemenkeu kaji lagi beban talangan segmen PBI


Rabu, 30 Oktober 2019 / 15:09 WIB
ILUSTRASI. Petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional “Kartu Indonesia Sehat” (JKN-KIS) di kantor BPJS Kesehatan Lhokseumawe, Aceh, Senin (4/6). Selain meluncurkan Aplikasi Mudik BPJS Kesehatan 2019 yang dapat dPeme


Reporter: Grace Olivia | Editor: Tendi Mahadi

Namun dengan naiknya tarif iuran BPJS Kesehatan, maka dipastikan akan ada tambahan pengeluaran anggaran JKN dalam APBN 2019 untuk memenuhi talangan PBI Pusat maupun daerah itu.

Sebelumnya, dalam rapat di DPR, Kemenkeu sempat menyebut bahwa potensi tambahan dari kenaikan iuran PBI JKN untuk hitungan lima bulan mencapai Rp 9,2 triliun. Namun, Askolani tidak mengonfirmasi angka tersebut. 

Baca Juga: Ini keunggulan fintech Pede.id, sang penantang OVO dan Gopay dari Salim Group

Sementara hitungan Kontan berdasarkan selisih kenaikan iuran PBI Pusat ditambah dengan talangan iuran untuk Pemda yang dikalikan dengan jumlah peserta JKN, potensi tambahan anggaran yang perlu dikucurkan pemerintah dari APBN 2019 mencapai Rp 12,47 triliun. 

“Akan kita hitung lagi. Kita masih perlu cek persisnya tarif sesuai yang ditentukan Presiden,” tandas Askolani. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×