kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Isu reshuffle mengemuka, lalu apa kata pengusaha?


Rabu, 12 Juli 2017 / 19:44 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Jelang dua tahun berakhirnya masa pemerintahan Kabinet Kerja Joko Widodo kembali muncul sinyal perombakan kabinet. Sinyal reshuffle ini kembali mengemuka ke sejumlah nama menteri yang bakal diganti.

Namun terlepas dari siapa menteri yang akan diganti. Para pengusaha memandang isu koordinasi dan sinkronisasi bisa dijadikan pertimbangan presiden untuk kembali mengocok ulang pembantunya.

Menurut Adhi S Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia memandang isu perombakan kabinet tak terlalu berpengaruh terhadap pengusaha. Namun ia menyatakan penguatan koordinasi antar kementerian/lembaga menjadi isu penting bagi dunia usaha.

"Koordinasi menjadi isu modal dasar dalam menghadapi situasi ekonomi yang melambat," kata Adhi pada KONTAN, Rabu (12/7).

Ia menambahkan pekerjaan rumah yang mesti diperbaiki kabinet kerja Jokowi salah satunya memperbaiki koordinasi karena menyangkut sejumlah regulasi yang dikeluarkan. Sehingga kepastian dunia usaha lebih terjamin.

"Oleh sebab itu siapa pun menterinya yang mau direshuffle itu yang harus diperbaiki. Bagaimana manajemen di pemerintahan diperkuat koordinasinya," jelasnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat menyatakan saat ini ego sektoral antar kementerian/lembaga masih terlihat. Dirinya menilai tak jadi masalah jika kembali terjadi perombakan kabinet saat ini.

Dia menilai keseimbangan kebijakan antar K/L mesti lebih diperbaiki. Pasalnya saat ini sinkronisasi program K/L tidak berjalan dengan baik.

"Keseimbangan ini yang diperlukan sehingga rakyta akan menilai kekompakan tersebut bisa menghasilkan sesuatu yang produktif untuk kesejahteraan rakyat," jelasnya.

Ia menambahkan sejumlah pekerjaan rumah di bidang energi dan perdagangan lokal maupun internasional mesti diperbaiki pemerintah. "Semuanya bisa diperbaiki jika ada sinkronisasi antar kementerian," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×