kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Istana minta audit forensik bailout Bank Century jangan dipolitisir


Rabu, 28 Desember 2011 / 04:15 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi kredit pemilikan rumah; kpr bni; bank negara indonesia; BNI Griya KONTAN/Muradi/2016/05/10


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Test Test

JAKARTA. Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono makin gerah dengan sikap DPR yang mengkritik audit forensik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas bailout Bank Century. Staf khusus Presiden bidang Informasi Heru Lelono meminta supaya hasil audit forensik BPK jangan dipolitisir.

Pasalnya, kata Heru, hasil audit ini merupakan bagian dari proses hukum. "Jangan masuk ke politik. Karena jika masuk tanpa sadar kita tidak menghormati BPK," ujarnya, Selasa (27/12).

Menurut Heru, audit forensik harus ditindaklanjti secara hukum supaya menghasilkan keadilan. Sedangkan masuk ke politik hasilnya sebatas kepentingan.

Maka, Heru meminta supaya penegak hukum memberikan kepastian hukum kepada nama-nama yang tertera dalam audit tersebut. Tidak terkecuali nama berinisial HEW.

Sebagaimana audit forensik menunjukkan nama HEW memiliki transaksi tidak wajar dan aliran dana ke PT MNP. Namun tidak lanjut harus tetap dilakukan penegak hukum, politisi tidak perlu menjustifikasi. "Kan ada banyak nama, itu no problem. Yang penting tindaklanjuti saja secara hukum. Jangan dipolitisir karena akan mengintervensi penegakan hukum," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×