kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.213   13,00   0,07%
  • IDX 5.487   144,92   2,71%
  • KOMPAS100 721   22,21   3,18%
  • LQ45 544   17,28   3,28%
  • ISSI 190   5,44   2,95%
  • IDX30 308   9,96   3,34%
  • IDXHIDIV20 382   12,08   3,26%
  • IDX80 82   2,58   3,25%
  • IDXV30 105   2,64   2,58%
  • IDXQ30 99   3,55   3,70%

ISPA Masih Jadi Penyakit Terbanyak Jemaah Haji Pasca Armuzna


Selasa, 09 Juni 2026 / 10:00 WIB
ISPA Masih Jadi Penyakit Terbanyak Jemaah Haji Pasca Armuzna
ILUSTRASI. KKHI Madinah Siap Layani Jemaah Haji yang Butuhkan Pelayanan Kesehatan (Dok/Kementerian Kesehatan)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit yang paling banyak dikeluhkan jemaah haji Indonesia gelombang II yang kini mulai berpindah dari Makkah ke Madinah.

Keluhan tersebut umumnya dialami jemaah setelah menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah PPIH Arab Saudi 2026, dr. Enny Nuryanti, mengatakan sebagian penyakit yang kini ditangani petugas kesehatan merupakan kondisi yang telah muncul sejak masa Armuzna dan berlanjut hingga jemaah tiba di Madinah.

"Sementara memang penyakit terbanyak masih ISPA. Karena mungkin dari Armuzna dan ternyata jemaah maupun petugas masih membawa penyakit yang muncul pasca-Armuzna," ujar Enny kepada Media Center Haji, Senin (8/6/2026).

Baca Juga: Belajar dari Gelombang Pertama, Petugas Haji Kini Lebih Siap Sambut Jemaah di Madinah

Menurut Enny, kondisi tersebut tidak terlepas dari padatnya aktivitas jemaah selama puncak ibadah haji. Mobilitas tinggi, kepadatan jemaah dari berbagai negara, paparan debu, serta perubahan cuaca menjadi faktor yang dapat memicu munculnya gangguan saluran pernapasan.

Meski demikian, petugas kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jemaah melalui pos kesehatan sektor, kloter, maupun layanan di KKHI Madinah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyakit yang dialami jemaah dapat ditangani sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Selain kasus ISPA, KKHI Madinah juga menerima sejumlah pasien rujukan dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Enny menyebut hingga saat ini terdapat dua pasien yang dirujuk dengan diagnosis berbeda.

"Untuk di KKHI ada dua pasien yang dirujuk. Satu dengan keluhan serangan jantung dan satu lagi pneumonia," katanya.

Baca Juga: Penerimaan Bea Cukai Mulai Positif, Tapi Sinyal Perlambatan Ekonomi Masih Membayangi

Menghadapi kondisi kesehatan jemaah gelombang II, bidang kesehatan PPIH Arab Saudi menerapkan strategi yang berfokus pada pemulihan kondisi jemaah setelah menjalani puncak haji. Salah satu prioritas utama adalah memastikan jemaah yang mengalami gangguan kesehatan dapat kembali bugar sebelum jadwal kepulangan ke Indonesia.

Enny menjelaskan strategi tersebut dirangkum dalam pendekatan 3M. Pertama, memulihkan jemaah dari penyakit yang muncul atau terbawa setelah Armuzna. Kedua, memastikan seluruh jemaah dalam kondisi fit to fly atau layak terbang saat kembali ke Tanah Air. Ketiga, memulihkan kondisi jemaah secara menyeluruh agar dapat menuntaskan rangkaian ibadah dengan baik.

Petugas kesehatan juga mengimbau jemaah untuk menjaga daya tahan tubuh dengan mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan yang disediakan, serta beristirahat cukup selama berada di Madinah.

Dengan langkah tersebut, diharapkan angka kesakitan jemaah dapat ditekan sehingga seluruh proses pemulangan ke Indonesia dapat berlangsung aman dan lancar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×