kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Iran Izinkan Kapal Asing Melintasi Selat Hormuz, Mengapa Kapal RI Masih Tertahan?


Minggu, 05 April 2026 / 04:02 WIB
Iran Izinkan Kapal Asing Melintasi Selat Hormuz, Mengapa Kapal RI Masih Tertahan?
ILUSTRASI. Kapal Malaysia dan Filipina berhasil melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan. Apa yang membuat kapal Indonesia masih tertahan? (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Iran mulai memberikan lampu hijau kepada sejumlah kapal asing untuk melintasi Selat Hormuz secara aman di tengah konflik yang masih berlangsung.

Beberapa kapal yang diizinkan melintas di antaranya berbendera Malaysia dan Filipina.

Pejabat dari kedua negara bahkan memastikan kapal mereka dapat melewati jalur tersebut tanpa dikenai “biaya tol”.

Namun hingga Jumat (3/4/2026), belum ada kabar terbaru terkait dua kapal Indonesia yang masih tertahan di jalur energi global tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menyampaikan bahwa pihaknya masih berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) serta pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pelintasan kapal Indonesia berjalan aman.

Lalu, mengapa kapal Indonesia belum juga mendapat kepastian untuk melintas?

Baca Juga: Bansos PKH April 2026 Cair Lebih Cepat, Bagaimana Cara Cek Penerima Lewat HP?

Faktor keamanan di tengah situasi perang

Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhadi Sugiono, menilai perbedaan perlakuan Iran terhadap kapal Malaysia, Filipina, dan Indonesia menarik untuk dicermati.

Menurut dia, Iran memang mulai membuka akses Selat Hormuz bagi negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik baik, setelah sebelumnya menutup jalur tersebut sejak 28 Februari 2026 akibat konflik di Timur Tengah.

“Pada dasarnya penutupan Selat Hormuz dilakukan oleh Iran untuk negara-negara yang dikategorikan sebagai musuh,” kata Muhadi saat dimintai pandangan Kompas.com, Jumat.

Ia menjelaskan, yang dimaksud negara musuh adalah Amerika Serikat (AS), Israel, serta negara-negara yang terlibat dalam serangan terhadap Iran.

Meski demikian, Muhadi menegaskan Indonesia tidak termasuk dalam kategori tersebut.

“Iran memasukkan Indonesia sebagai negara sahabat. Artinya, pembatasan yang terjadi bukan karena Indonesia dianggap musuh,” ujarnya.

Lantas, apa penyebabnya?

Muhadi menduga, penahanan kapal Indonesia kemungkinan besar terkait dengan protokol keamanan yang diterapkan di wilayah konflik.

“Kita harus paham, ini situasi perang. Bukan tidak mungkin protokol keamanan membuat akses kapal Indonesia terhambat,” kata dia.

Baca Juga: 72 Siswa Diduga Keracunan MBG, Dapur SPPG Pondok Kelapa Disetop

Ia menambahkan, pemerintah Indonesia perlu meningkatkan diplomasi aktif, seperti yang dilakukan Malaysia dan Filipina.

“Belajar dari Malaysia dan Filipina, diplomasi yang sangat aktif menjadi kunci,” imbuhnya.

Diplomasi Iran ke tokoh nasional RI

Di tengah situasi tersebut, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, justru melakukan serangkaian pertemuan dengan tokoh nasional.

Ia tercatat mengunjungi Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, serta Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Dalam pertemuan itu, Boroujerdi menyampaikan kondisi Iran terkini serta menyoroti dugaan kejahatan perang yang dilakukan Israel dan AS.

Kepala Program Magister Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Zezen Zaenal Mutaqin, menilai langkah tersebut sebagai strategi Iran untuk membaca sikap Indonesia.

Menurut dia, Iran ingin memastikan apakah Indonesia condong ke AS dan Israel, terutama setelah bergabung dalam Board of Peace (BoP).

Menariknya, pendekatan yang dilakukan tidak langsung menyasar pemerintah.

“Strateginya seperti ‘dari pinggir’, dengan meyakinkan tokoh-tokoh berpengaruh yang tidak berada langsung di pemerintahan,” ujar Zezen, dikutip dari Kompas.com.

Tonton: Selat Hormuz Mulai Ditembus! Kapal LNG Jepang Berhasil Lolos di Tengah Perang Iran

Ia menilai tokoh seperti Megawati dan Jokowi masih memiliki pengaruh kuat dalam dinamika politik nasional dan kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Tujuannya kemungkinan untuk menyamakan visi terlebih dahulu, sebelum masuk ke lingkar pemerintahan,” kata dia.

Dengan situasi yang masih dinamis, kepastian nasib kapal Indonesia di Selat Hormuz kini sangat bergantung pada intensitas diplomasi dan perkembangan keamanan di kawasan tersebut.

(Alinda Hardiantoro, Irawan Sapto Adhi)

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/04/04/083000365/iran-beri-izin-kapal-asing-melintas-mengapa-kapal-ri-masih-tertahan-di?page=all#page1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×