Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Di tengah situasi tersebut, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, justru melakukan serangkaian pertemuan dengan tokoh nasional.
Ia tercatat mengunjungi Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, serta Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Dalam pertemuan itu, Boroujerdi menyampaikan kondisi Iran terkini serta menyoroti dugaan kejahatan perang yang dilakukan Israel dan AS.
Kepala Program Magister Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Zezen Zaenal Mutaqin, menilai langkah tersebut sebagai strategi Iran untuk membaca sikap Indonesia.
Menurut dia, Iran ingin memastikan apakah Indonesia condong ke AS dan Israel, terutama setelah bergabung dalam Board of Peace (BoP).
Menariknya, pendekatan yang dilakukan tidak langsung menyasar pemerintah.
“Strateginya seperti ‘dari pinggir’, dengan meyakinkan tokoh-tokoh berpengaruh yang tidak berada langsung di pemerintahan,” ujar Zezen, dikutip dari Kompas.com.
Tonton: Selat Hormuz Mulai Ditembus! Kapal LNG Jepang Berhasil Lolos di Tengah Perang Iran
Ia menilai tokoh seperti Megawati dan Jokowi masih memiliki pengaruh kuat dalam dinamika politik nasional dan kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto.
“Tujuannya kemungkinan untuk menyamakan visi terlebih dahulu, sebelum masuk ke lingkar pemerintahan,” kata dia.
Dengan situasi yang masih dinamis, kepastian nasib kapal Indonesia di Selat Hormuz kini sangat bergantung pada intensitas diplomasi dan perkembangan keamanan di kawasan tersebut.
(Alinda Hardiantoro, Irawan Sapto Adhi)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













