kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

IPW: Pelaku bom Ekayana ingin adu domba umat


Senin, 05 Agustus 2013 / 16:06 WIB
IPW: Pelaku bom Ekayana ingin adu domba umat
ILUSTRASI. Emiten unggas PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) telah merampungkan Rumah Potong Ayam (RPA) baru di Wonogiri, Jawa Tengah.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyayangkan aksi peledakan bom di Vihara Ekayana Arama, Jakarta, Minggu (5/8/2013). Neta menduga, pelaku hendak mengadu domba umat beragama dengan berupaya mengaitkan aksi tersebut dengan konflik Rohingya di Myanmar.

IPW menilai, pelaku merupakan orang yang masih amatir. Terbukti, satu di antara dua bom yang dibawa masuk ke dalam area Ekayana tak jadi meledak.

"Jadi, pembuatnya bisa saja orang yang sama dan sedang belajar membuat bom untuk menebar teror," terang Neta.

Terkait karakteristik bom, Neta mengatakan, ada kesamaan antara bom Ekayana dengan aksi teror di Mapolsek Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat. Neta melihat ada kesamaan antara bom yang digunakan di dua lokasi itu

"Ada kesamaaan dari komponennya, yang terdiri dari bahan peledak, gotri dan paku," kata Neta.

Neta menambahkan, "Peledakan yang gagal di Rajahpolah dan di Viara Ekayana bisa dinilai sebagai sebuah uji coba yang bukan mustahil para pelaku sedang merencanakan sebuah aksi teror besar dengan bahan peledak yang cukup besar."

Seperti diberitakan, dua paket bahan peledak diletakkan di sekitar area Vihara Ekayana Arama, Minggu malam. Satu paket berhasil meledak, sementara satu paket gagal meledak dan hanya mengeluarkan asap.

Sebanyak tiga orang mengalami luka ringan dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Peristiwa ledakan ini terjadi tak lama setelah kebaktian malam berakhir. Polri hingga kini masih mengusut motif dan pelaku aksi teror ini. (Dian Maharani/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×