kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Investasi RI Mencapai Rp 1.010 Triliun, Rosan Ungkap Pergeseran Investor Asing


Kamis, 16 Juli 2026 / 18:30 WIB
Investasi RI Mencapai Rp 1.010 Triliun, Rosan Ungkap Pergeseran Investor Asing
ILUSTRASI. Rosan Perkasa Roeslani, melaporkan realisasi investasi Indonesia sepanjang semester I-2026 kepada Presiden Prabowo Subianto. (KONTAN/Hervin Jumar)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, melaporkan realisasi investasi Indonesia sepanjang semester I-2026 kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dalam laporan tersebut, investasi yang masuk mencapai Rp 1.010,6 triliun atau setara 49,5% dari target investasi nasional tahun ini sebesar Rp 2.041,3 triliun.

Laporan realisasi investasi tersebut disampaikan Rosan usai bertemu Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Rosan mengatakan, capaian investasi tersebut menunjukkan komitmen investor untuk tetap menanamkan modal di Indonesia masih kuat, meski kondisi global masih menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi.

"Di tengah masih adanya tantangan geopolitik maupun geoekonomi dunia, alhamdulillah bisa saya sampaikan komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia atau foreign direct investment masih in line dengan target yang dicanangkan untuk tahun 2026," ujar Rosan.

Baca Juga: Investasi Hilirisasi Capai Rp 300,1 Triliun, Menyumbang Hampir 30% Investasi Nasional

Selain menopang pertumbuhan ekonomi, realisasi investasi semester I-2026 juga memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja. Investasi yang masuk sepanjang periode tersebut mampu menyerap 1.448.862 tenaga kerja atau meningkat sekitar 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi sumber modal, kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat relatif berimbang. PMA mencapai Rp 507,6 triliun, sedangkan PMDN sebesar Rp 502,9 triliun atau sekitar 49,8% dari total investasi.

Rosan menjelaskan, investasi di wilayah Jawa dan luar Jawa juga menunjukkan komposisi yang hampir seimbang. Realisasi investasi di Jawa mencapai Rp 502,8 triliun atau tumbuh 7,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, investasi di luar Jawa mencapai Rp 507,8 triliun atau meningkat 6,7%.

Dari sisi wilayah, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan realisasi investasi terbesar secara nasional. Selanjutnya disusul Jawa Barat dengan nilai Rp 138,1 triliun, Jawa Timur Rp 72,7 triliun, Sulawesi Tengah Rp 68,7 triliun, dan Banten Rp 66,3 triliun.

Sementara itu, untuk investasi asing, daerah tujuan utama masih berada di wilayah yang memiliki basis industri mineral, seperti Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kepulauan Riau.

Baca Juga: S&P Pertahankan Rating Indonesia di BBB, Pemerintah Wajib Disiplin Fiskal & Konsisten

Berdasarkan sektor usaha, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp 150,4 triliun atau 14,9% dari total investasi semester I-2026.

Kemudian, sektor jasa lainnya yang banyak didorong oleh pembangunan data center mencatat investasi sekitar Rp 114 triliun atau 11,3%. Selanjutnya, sektor pertambangan sebesar Rp 105 triliun, transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sekitar 10,2%, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp 85,5 triliun atau 8,5%.

Dari sisi negara asal investor, Singapura masih menjadi investor terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai US$ 8,8 miliar. Posisi berikutnya ditempati Hong Kong sebesar US$ 7,6 miliar, China US$ 3,9 miliar, Jepang US$ 1,9 miliar, dan Amerika Serikat US$ 1,7 miliar.

Meski demikian, Rosan menyebut terjadi pergeseran pada kuartal II-2026. Pada periode tersebut, Hong Kong menjadi investor terbesar dengan nilai investasi sekitar US$ 5 miliar, mengungguli Singapura.

"Secara keseluruhan semester pertama ini masih ditempati oleh Singapura, tetapi di kuartal kedua investor terbesar kita justru Hong Kong," pungkas Rosan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×