kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Investasi Hilirisasi Capai Rp 300,1 Triliun, Menyumbang Hampir 30% Investasi Nasional


Kamis, 16 Juli 2026 / 18:15 WIB
Investasi Hilirisasi Capai Rp 300,1 Triliun, Menyumbang Hampir 30% Investasi Nasional
ILUSTRASI. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani (KONTAN/Sabrina Rhamadanty)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Investasi di sektor hilirisasi menunjukkan tren meningkat dan menjadi salah satu penopang utama realisasi investasi nasional. Sepanjang semester I-2026, realisasi investasi hilirisasi tercatat mencapai Rp 300,1 triliun atau tumbuh 6,9% secara tahunan (year on year/yoy).

Capaian tersebut berkontribusi sebesar 29,7% terhadap total realisasi investasi nasional semester I-2026 yang mencapai Rp 1.010,6 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, kontribusi investasi hilirisasi terhadap total investasi nasional terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Stabilkan Harga Pangan, Kopdes Merah Putih Jadi Offtaker Gabah dan Jagung

"Kontribusi investasi di bidang hilirisasi ini mencapai hampir 30% atau 29,7%, meningkat 6,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Kalau dibandingkan dengan tahun 2023, kontribusi hilirisasi terhadap total investasi masih sekitar 24%-25%, tapi sekarang sudah meningkat menjadi 29%-30% di tahun 2026," ujar Rosan dalam konferensi pers di Istana, Kamis (16/7/2026).

Rosan menilai, tren peningkatan investasi hilirisasi akan terus berlanjut seiring dengan semakin banyaknya proyek pengolahan sumber daya alam bernilai tambah, baik yang dilakukan investor domestik maupun asing.

"Trennya kita melihat hilirisasi ini ke depannya akan semakin baik, baik yang dikerjakan oleh investor dalam negeri maupun luar negeri," katanya.

Berdasarkan sektor, investasi hilirisasi masih didominasi oleh sektor mineral dengan nilai mencapai Rp 206,5 triliun. Investasi tersebut berasal dari komoditas nikel sebesar Rp 71 triliun, bauksit Rp 53,8 triliun, tembaga Rp 37,4 triliun, besi baja Rp 30,2 triliun, pasir silika Rp 5,9 triliun, serta komoditas lainnya sebesar Rp 8,2 triliun yang mencakup timah, emas, perak, kobalt, mangan, batu bara, aspal Buton, dan logam tanah jarang (LTJ).

Baca Juga: Menkeu Purbaya Siapkan Ahli Hukum untuk Hadapi Gugatan Patriot Bond ke MK

Selain sektor mineral, hilirisasi sektor perkebunan dan kehutanan mencatat investasi sebesar Rp 54,4 triliun. Investasi tersebut berasal dari kelapa sawit sebesar Rp 29,5 triliun, kayu log Rp 16,3 triliun, karet Rp 5 triliun, serta komoditas lainnya seperti pala, pinus, kelapa, kakao, dan biofuel sebesar Rp 3,6 triliun.

Sementara itu, investasi hilirisasi sektor minyak dan gas bumi mencapai Rp 35,4 triliun, terdiri dari minyak bumi sebesar Rp 26,4 triliun dan gas bumi Rp 9 triliun. Adapun sektor perikanan dan kelautan mencatat investasi sebesar Rp 3,8 triliun yang mencakup komoditas garam, tuna, cakalang, tongkol, udang, rumput laut, rajungan, dan tilapia.

Dari sisi wilayah, investasi hilirisasi masih terkonsentrasi di luar Pulau Jawa. Investasi di luar Jawa mencapai Rp 227,3 triliun atau 75,7% dari total investasi hilirisasi, sedangkan di Pulau Jawa sebesar Rp 72,8 triliun atau 24,3%.

Lima wilayah dengan realisasi investasi hilirisasi terbesar adalah Sulawesi Tengah sebesar Rp 56,1 triliun, Maluku Utara Rp 53,9 triliun, Jawa Barat Rp 25,8 triliun, Nusa Tenggara Barat (NTB) Rp 23,5 triliun, serta Jawa Timur Rp 17,5 triliun.

Berdasarkan sumber investasi, hilirisasi masih didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) atau foreign direct investment (FDI) dengan nilai Rp 212,8 triliun atau berkontribusi 70,9% terhadap total investasi hilirisasi. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp 87,3 triliun atau 29,1%.

Baca Juga: Investasi Semester I-2026 Tembus Rp 1.010 Triliun, Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja

Adapun berdasarkan negara asal investor, Hong Kong menjadi penyumbang investasi hilirisasi terbesar dengan nilai Rp 75,2 triliun. Selanjutnya Singapura sebesar Rp 65,7 triliun, Republik Rakyat Tiongkok (China) Rp 28,3 triliun, Jepang Rp 8,7 triliun, dan Amerika Serikat Rp 8,1 triliun.

Rosan menambahkan, pemerintah akan terus mendorong perluasan hilirisasi ke sektor selain mineral, seperti perkebunan dan kehutanan, minyak dan gas bumi, serta perikanan dan kelautan agar kontribusi investasi tidak hanya bertumpu pada komoditas mineral.

Saat ini, sektor mineral masih menjadi penyumbang terbesar investasi hilirisasi, namun pemerintah ingin membangun ekosistem pengolahan yang lebih luas agar berbagai komoditas unggulan Indonesia memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×